MERAUKE – Komitmen menjaga distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran terus diperkuat. PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku melalui Sales Area Papua Selatan–Pegunungan bersama sejumlah instansi terkait menggelar inspeksi mendadak (sidak) lintas sektoral di sejumlah SPBU di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kegiatan pengawasan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Merauke, Dinas ESDM Provinsi Papua Selatan, Satlantas Polres Merauke, Satreskrim Polres Merauke, Satpol PP Kabupaten Merauke, serta Hiswana Migas DPC Papua Selatan.
Sidak dilakukan di tiga SPBU, yakni SPBU 86.996.05 Semangga, SPBU 84.996.03 M. Hatta dan SPBU 84.996.02 Ahmad Yani.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Ispiani Abbas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah nyata untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai aturan dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
“Sidak lintas sektoral di tiga SPBU ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran serta mencegah praktik penyalahgunaan di lapangan, seperti penggunaan barcode yang tidak sesuai dengan kendaraan maupun kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi,” ujar Ispiani.
Dalam pelaksanaan sidak, tim gabungan menemukan lima kendaraan yang terindikasi melakukan tindakan yang tidak sesuai ketentuan. Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat dan instansi terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Sebagai langkah pencegahan, Pertamina juga telah melakukan pemblokiran barcode terhadap kelima kendaraan tersebut agar tidak dapat kembali mengakses BBM subsidi secara tidak sah.
“Kami serahkan penanganan kepada masing-masing instansi sesuai kewenangannya. Kami juga mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mengawal distribusi BBM subsidi di wilayah Merauke. Ini merupakan langkah konkret agar subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus memperkuat pengawasan melalui sistem digitalisasi SPBU dan implementasi Program Subsidi Tepat. Tidak hanya kepada konsumen yang melanggar, sanksi tegas juga akan diberikan kepada SPBU apabila terbukti terlibat dalam penyaluran BBM yang tidak sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Selatan, Lambertus Ignatius Fatruan, menilai sidak lintas sektoral menjadi instrumen penting dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas distribusi energi bersubsidi di daerah.
“Temuan-temuan dalam sidak ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperkuat pengawasan. Kami akan terus menjaga koordinasi dengan seluruh instansi terkait agar distribusi energi berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak,” kata Lambertus.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi penyaluran BBM subsidi dengan melaporkan apabila menemukan indikasi penyimpangan di lapangan.
“Pengawasan distribusi BBM subsidi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Kami mengimbau agar tidak melakukan penyalahgunaan BBM subsidi karena selain merugikan negara, tindakan tersebut juga akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Melalui pengawasan terpadu yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat penegak hukum, dan badan usaha, diharapkan distribusi BBM subsidi di Papua Selatan semakin tertib, tepat sasaran, dan mampu mendukung kebutuhan masyarakat yang benar-benar berhak menerima manfaat subsidi dari negara. (*)













