AIMAS – Kabupaten Sorong genap berusia 59 tahun pada 14 Juni 2026. Mengusung tema “Bersatu dan Melayani untuk Membangun Tanah Malamoi”, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) kali ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan di kabupaten tertua di wilayah Malamoi tersebut.
Puncak perayaan dipusatkan di kawasan pemerintahan Aimas dengan rangkaian acara yang diawali Upacara Resmi di halaman Hotel Aimas. Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga Kabupaten Sorong.
Usai upacara, Bupati Sorong Johny Kamuru mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Sorong yang kini memasuki usia ke-59 tahun. Menurutnya, Kabupaten Sorong memiliki sejarah besar dalam pembangunan wilayah Papua, termasuk menjadi daerah yang melahirkan Provinsi Papua Barat Daya.
“Hari ini kita bersuka cita dan bersyukur kepada Tuhan. Lima puluh sembilan tahun bukan waktu yang singkat. Ini perjalanan panjang. Kabupaten Sorong sudah tua dan memiliki sejarah penting karena melahirkan Provinsi Papua Barat Daya. Ke depan kita harus terus membangun daerah ini bersama-sama sesuai kemampuan dan sumber daya yang kita miliki,” ujar Johny Kamuru.
Namun di balik suasana perayaan, Johny juga menyoroti tantangan berat yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Ia mengakui adanya keluhan masyarakat terkait perkembangan pembangunan yang dinilai tidak secepat periode-periode sebelumnya.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemangkasan anggaran yang cukup signifikan dari pemerintah pusat.
Bupati menjelaskan, postur anggaran Kabupaten Sorong yang sebelumnya berada pada kisaran Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,7 triliun kini turun menjadi sekitar Rp 1,2 triliun. Kondisi itu diperparah dengan menurunnya Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan utama daerah.
“Anggaran kita dipangkas besar-besaran. Dulu dengan anggaran yang besar kita bisa melayani dan membangun masyarakat lebih maksimal. Sekarang kondisi berbeda, sementara DBH Migas juga menurun. Ini yang sedang kita alami,” katanya.
Menurut Johny, keterbatasan fiskal tersebut berdampak langsung terhadap berbagai program pembangunan dan pelayanan publik. Ia memahami jika sebagian masyarakat merasa kecewa dengan kondisi yang terjadi saat ini.
“Dalam kondisi seperti ini tentu ada masyarakat yang marah atau menyalahkan pemerintah. Yang memahami situasi mungkin bisa mengerti, tetapi yang tidak mengetahui kondisi anggaran tentu akan mempertanyakan,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Sorong, kata Johny, tetap berupaya menjalankan berbagai program prioritas. Salah satunya adalah penanganan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah.
Ia menyebut beberapa titik rawan banjir telah mulai ditangani secara bertahap dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat ke depan.
“Beberapa titik sudah mulai kita kerjakan. Mudah-mudahan ke depan persoalan di titik-titik tersebut bisa terurai dan memberikan solusi bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain persoalan infrastruktur, Johny juga menyoroti tata kelola keuangan daerah setelah Kabupaten Sorong selama tiga tahun berturut-turut memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Ia mengakui masih terdapat sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum bekerja secara maksimal dan disiplin dalam pengelolaan administrasi maupun keuangan. Karena itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperbaiki kinerja birokrasi.
“Pasti ke depan akan ada perbaikan. Beberapa OPD memang belum maksimal dan belum disiplin. Kita akan melakukan evaluasi agar pengelolaan pemerintahan semakin baik,” tegasnya.
Memasuki usia ke-59 tahun, Kabupaten Sorong dihadapkan pada berbagai tantangan pembangunan dan keterbatasan fiskal. Namun semangat persatuan dan pelayanan yang diusung dalam tema HUT tahun ini diharapkan menjadi energi bersama untuk terus membangun Tanah Malamoi menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.













