PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VII Kasim menegaskan komitmennya terhadap keselamatan kerja dengan menggelar Grand Safety Talk sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Change Out Catalyst (COC) dan Plant Stop Tahun 2026, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung General Manager RU VII Kasim, Hadi Siswanto, ini diikuti jajaran manajemen, perwira, mitra kerja, hingga seluruh pekerja kontraktor. Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan menjelang pelaksanaan pekerjaan berskala besar yang memiliki tingkat risiko dan kompleksitas tinggi.
Pelaksanaan COC dan Plant Stop merupakan salah satu kegiatan strategis kilang yang membutuhkan koordinasi lintas fungsi serta penerapan standar keselamatan yang ketat. Karena itu, keberhasilan pekerjaan tidak hanya diukur dari pencapaian target waktu dan operasional, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak menjaga keselamatan pekerja, aset perusahaan, serta kelestarian lingkungan.
Dalam arahannya, Hadi Siswanto menegaskan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama yang tidak boleh dikompromikan dalam kondisi apa pun.
“Tidak ada pekerjaan yang begitu penting atau mendesak sehingga harus dilakukan dengan mengabaikan aspek keselamatan. Target produksi dapat dikejar, jadwal pekerjaan dapat disesuaikan, namun keselamatan jiwa manusia tidak dapat digantikan,” tegas Hadi di hadapan peserta Grand Safety Talk.
Ia mengajak seluruh pekerja, mitra kerja, dan kontraktor untuk terus mengimplementasikan HSSE Golden Rules Pertamina, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja.
Menurutnya, keberhasilan program keselamatan sangat ditentukan oleh peran para pimpinan, supervisor, dan pengawas lapangan yang harus menjadi teladan dalam penerapan budaya HSSE. Setiap pengawas diwajibkan memastikan pekerja memahami risiko pekerjaan secara menyeluruh serta mengetahui langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum pekerjaan dimulai.
“Kita harus mematuhi seluruh prosedur HSSE dan izin kerja yang telah ditetapkan, melaksanakan pekerjaan sesuai standar, serta disiplin operasional. Potensi bahaya harus diidentifikasi dan dikendalikan sejak awal,” ujarnya.
Hadi juga menekankan pentingnya penerapan Stop Work Authority, yaitu kewenangan untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi atau tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Menurutnya, keberanian untuk melakukan intervensi terhadap kondisi tidak aman harus menjadi budaya bersama, dengan tetap mengedepankan komunikasi, koordinasi, dan kepedulian antarpekerja.
Melalui Grand Safety Talk ini, RU VII Kasim berharap seluruh insan perusahaan memiliki pemahaman dan komitmen yang sama dalam menjalankan pekerjaan secara aman selama proses COC dan Plant Stop berlangsung.
Dengan semangat kolaborasi dan budaya keselamatan yang kuat, Kilang Kasim optimistis seluruh rangkaian pekerjaan dapat diselesaikan secara optimal, tepat waktu, dan mencapai target Zero Accident.
Keberhasilan agenda strategis tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan dan keluarga pekerja, tetapi juga mendukung ketahanan energi nasional serta mendorong kemajuan pembangunan di Tanah Papua dan Indonesia secara berkelanjutan. (*)













