SORONG – Persiapan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) II Ikatan Keluarga Jawa Timur (IKALJATIM) di Tanah Papua terus menunjukkan perkembangan positif. Panitia memastikan kesiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 70 persen menjelang pelaksanaan yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Juli 2026 di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong.
Ketua Panitia Mubes II IKALJATIM di Tanah Papua Luksen Krenak mengatakan, seluruh aspek teknis terus dimatangkan agar kegiatan berskala regional tersebut dapat berjalan lancar dan sukses. Persiapan meliputi lokasi pelaksanaan, penyusunan rangkaian acara, hingga akomodasi bagi peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
“Persiapan sudah mencapai sekitar 70 persen. Kami terus mematangkan seluruh kebutuhan, baik tempat pelaksanaan, penginapan peserta, maupun rangkaian acara agar Mubes berjalan lancar,” ujar Luksen.
Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Hingga saat ini, sekitar 150 peserta dari luar Provinsi Papua Barat Daya dipastikan akan hadir. Mereka berasal dari berbagai daerah, yakni Merauke (10 orang), Jayapura (21), Serui (16), Waropen (8), Wamena (12), Nabire (18), Timika (7), Manokwari (30), Teluk Bintuni (25), dan Fakfak (8).
Tak hanya menjadi agenda konsolidasi organisasi, Mubes II IKALJATIM juga akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, aparat keamanan, hingga akademisi sebagai narasumber dalam forum diskusi strategis.
Ketua Umum IKALJATIM di Tanah Papua, Yohanis Momot, mengungkapkan narasumber yang dijadwalkan hadir antara lain Ketua Pembina IKALJATIM di Tanah Papua Paulus Waterpauw, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo, Ketua Komite Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Bupati Teluk Bintuni Yohanis Manibui, serta akademisi Universitas Papua Dr. Agus Sumule.
“Kehadiran para narasumber ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan dalam Mubes, terutama terkait berbagai isu strategis pembangunan di Tanah Papua,” kata Yohanis.
Menurutnya, Mubes II akan menjadi wadah penting bagi keluarga besar IKALJATIM yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua untuk memperkuat silaturahmi, mempererat sinergi, sekaligus menyatukan gagasan bagi kemajuan Papua.
Berbagai isu strategis akan menjadi fokus pembahasan, di antaranya percepatan pembangunan Papua, pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), pengembangan kawasan timur Indonesia, hingga berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Papua.
Yohanis menegaskan, hasil pembahasan selama Mubes tidak berhenti sebagai forum diskusi semata. Seluruh gagasan dan masukan akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi nyata IKALJATIM terhadap pembangunan daerah.
“Hasil pembahasan dalam Mubes nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi dan masukan kepada pemerintah, sekaligus menjadi kontribusi IKALJATIM bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” pungkasnya.
Dengan menghadirkan peserta dari berbagai penjuru Tanah Papua serta sejumlah tokoh berpengaruh, Mubes II IKALJATIM diharapkan menjadi forum strategis yang mampu melahirkan gagasan konstruktif, memperkuat persatuan masyarakat perantau Jawa Timur, serta mendorong percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Tanah Papua.













