SORONG – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-VI Partai Golkar Kota Sorong menetapkan David Hehanussa sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Sorong. Terpilihnya sosok yang akrab disapa Dave ini membawa semangat regenerasi dengan fokus membenahi organisasi dari dalam serta memperkuat kaderisasi sebagai modal menghadapi kontestasi politik 2029.
Usai terpilih, David menegaskan langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas internal partai. Menurutnya, kekuatan Golkar terletak pada kader-kadernya, sehingga seluruh potensi yang ada harus kembali dihimpun dan diberdayakan.
“Yang pertama, kita di Partai Golkar fokus untuk membenahi internal dulu. Kita akan mengecek kembali kader-kader, bahkan yang sudah tidak aktif. Mesin partai itu ada pada kader-kadernya sendiri, sehingga mereka harus kembali diberdayakan,” ujar David usai Musda Ke-VI Partai Golkar Kota Sorong, Kamis (16/7/2026).
Sebagai partai pemenang di Kota Sorong, David menilai Golkar memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengawal aspirasi masyarakat melalui lembaga legislatif. Karena itu, seluruh kebijakan politik DPD Golkar Kota Sorong akan tetap berada dalam koridor arahan DPP Partai Golkar maupun DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya.
“Kita tetap fokus mengawal aspirasi rakyat sesuai visi dan misi Partai Golkar. Kami juga akan tetap tegak lurus terhadap kebijakan partai, baik dari provinsi maupun pusat,” tegasnya.
Terkait penyusunan kepengurusan baru, David memastikan prosesnya akan dilakukan secara kolektif melalui tim formatur yang melibatkan para senior Partai Golkar bersama unsur DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya.
“Saya sebagai ketua tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengganti seluruh struktur. Semua akan dibahas bersama tim formatur, kemudian hasilnya akan kita eksekusi secara bersama-sama,” katanya.
Kepemimpinan David juga menjadi catatan sejarah baru bagi Partai Golkar Kota Sorong. Ia tercatat sebagai ketua termuda yang pernah memimpin DPD Partai Golkar Kota Sorong.
Mengusung semangat regenerasi, David menargetkan lahirnya 1.000 kader muda yang akan dipersiapkan menjadi motor penggerak partai melalui program kaderisasi, pendidikan politik, pelatihan kepemimpinan, hingga kajian terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Ini sejarah di Partai Golkar Kota Sorong. Saya menjadi ketua termuda yang memimpin. Karena itu, kita fokus membangun kader muda. Target kita adalah mencetak 1.000 kader muda melalui kaderisasi, pelatihan kepemimpinan, dan berbagai kajian yang menyentuh persoalan masyarakat,” ungkapnya.
Meski membawa semangat baru, David menegaskan regenerasi bukan berarti mengesampingkan peran para senior. Menurutnya, pengalaman dan nasihat para tokoh Golkar tetap menjadi modal penting dalam menjaga arah perjuangan partai.
“Semangat baru sudah pasti ada karena semangat muda. Tetapi kami tidak melupakan senior-senior Golkar. Kami tetap meminta arahan, masukan, dan dukungan mereka agar setiap langkah yang kami ambil mendapat kekuatan bersama,” tuturnya.
David berharap seluruh kader, mulai dari generasi muda hingga para senior, dapat bersatu memperkuat Partai Golkar Kota Sorong. Dengan organisasi yang solid, ia optimistis Golkar mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat sekaligus menghadapi agenda politik 2029 dengan lebih siap dan terorganisir.













