Berita  

JKN BPJS Kesehatan Ringankan Beban Berobat Ibu Hamil Hingga USG

SORONG – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satunya dirasakan oleh Jumaia Kailoro (38), peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang mengaku layanan kesehatan tanpa biaya telah menjadi penyelamat bagi keluarganya saat membutuhkan pengobatan.

Jumaia mengatakan, dirinya telah lama menjadi peserta BPJS Kesehatan. Selama itu pula ia merasakan kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit.

“Saya sudah pakai BPJS ini sudah lama sekali, dan program ini benar-benar sangat membantu keluarga saya saat jatuh sakit,” ujarnya.

Menurut Jumaia, proses berobat menggunakan JKN tidaklah rumit selama peserta mengikuti prosedur dan alur pelayanan yang telah ditetapkan.

“Selama kita ikuti alurnya, prosesnya jadi sangat gampang. Saya pribadi tidak pernah menemui kendala administrasi yang bikin pusing,” katanya.

Pengalaman tersebut kembali ia rasakan ketika harus menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Herlina Sorong pada Jumat, 12 Juni 2026. Saat itu, Jumaia yang tengah mengandung enam bulan awalnya memeriksakan diri ke puskesmas karena mengalami keluhan alergi pada tangan kirinya yang disertai cairan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter di puskesmas merujuknya ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan ultrasonografi (USG) sekaligus berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

“Awalnya saya periksa ke puskesmas karena ada keluhan alergi pada tangan kiri dan ada cairannya juga. Setelah diperiksa, dokter lalu merujuk ke rumah sakit untuk USG dan bertemu dokter spesialis kandungan karena saya sedang hamil enam bulan. Syukurnya hasil pemeriksaan semua baik-baik saja,” tuturnya.

Yang paling melegakan bagi Jumaia, seluruh layanan yang diterimanya tidak dipungut biaya tambahan karena seluruhnya telah dijamin oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN. Tak hanya dirinya, manfaat JKN juga dirasakan anggota keluarganya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan untuk penyakit ringan seperti batuk dan pilek.

Ia mengaku, pelayanan yang diberikan tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan selalu cepat, ramah, dan profesional sehingga membuat pasien merasa nyaman selama menjalani pengobatan.

“Petugas di fasilitas kesehatan itu sangat sigap dan ramah saat melayani kami. Itu yang membuat saya merasa nyaman saat berobat,” ungkapnya.

Jumaia juga menilai, sistem rujukan berjenjang yang diterapkan BPJS Kesehatan justru mempermudah peserta memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhan.

“Asalkan kita ikuti alur rujukan yang benar, pasien bisa mendapatkan penanganan yang setara dan berkualitas langsung di FKTP ataupun rumah sakit,” jelasnya.

Pengalaman Jumaia menjadi gambaran nyata bagaimana Program JKN mampu meringankan beban biaya kesehatan masyarakat, sekaligus memastikan setiap peserta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak tanpa terkendala biaya.

Di akhir ceritanya, Jumaia mengajak masyarakat yang belum menjadi peserta JKN agar tidak ragu mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan.

“Saya berharap teman-teman di luar sana jangan ragu untuk daftar BPJS Kesehatan, karena JKN ini benar-benar memberikan kemudahan serta jaminan perlindungan nyata bagi masa depan kesehatan keluarga kita semua,” tutupnya. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *