Berita  

Terpilih Pimpin PKC PMII PB – PBD, Ismail Saleh Fokus Kembalikan Kampus sebagai Pusat Kaderisasi

SORONG – Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) II Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Papua Barat–Papua Barat Daya resmi melahirkan kepemimpinan baru. Ismail Saleh dipercaya memimpin Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Papua Barat–Papua Barat Daya untuk masa khidmat 2026–2028 setelah memperoleh mandat dari peserta konferensi yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026).

Terpilihnya Ismail menjadi tonggak baru bagi perjalanan PMII di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Di bawah kepemimpinannya, organisasi mahasiswa Islam tersebut akan mengusung visi “PMII Back to Home (Kampus)”, yakni mengembalikan kampus sebagai pusat kaderisasi, pengembangan intelektual, dan lahirnya gagasan-gagasan strategis bagi kemajuan masyarakat.
Dalam menjalankan roda organisasi selama dua tahun ke depan, Ismail akan berkolaborasi dengan Ketua Korps PMII Putri (Kopri) PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya, Andi Fitriyani Idris, untuk mengawal berbagai program kerja organisasi.

Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Ismail menegaskan bahwa hasil Konkoorcab harus menjadi momentum mempererat persatuan seluruh kader, bukan sekadar pergantian kepengurusan.

“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. PMII hanya akan besar jika seluruh kader, alumni, dan sahabat bergerak dalam semangat kebersamaan untuk membangun organisasi,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Ismail akan memprioritaskan penyusunan struktur kepengurusan yang representatif sekaligus mempersiapkan pelantikan pengurus yang ditargetkan terlaksana pada tahun ini.

Ia juga mengungkapkan, saat ini tengah dibahas rencana pelantikan bersama seluruh Pengurus Cabang PMII se-Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat wilayah.

Menurut Ismail, komisariat harus kembali menjadi jantung kaderisasi PMII. Kampus dinilai sebagai ruang terbaik untuk membentuk kader yang memiliki kapasitas akademik, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap persoalan sosial.

“Komisariat merupakan fondasi organisasi. Dari kampus lahir kader-kader yang memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Karena itu, kami ingin menghidupkan kembali budaya akademik di setiap komisariat,” katanya.

Selain memperkuat kaderisasi internal, kepengurusan baru PKC PMII Papua Barat–Papua Barat Daya juga berkomitmen memperluas kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Organisasi akan mengambil peran lebih aktif dalam mengawal isu-isu pendidikan, demokrasi, sosial kemasyarakatan, hingga pembangunan di Tanah Papua.

Ismail berharap, seluruh kader, alumni, dan para senior PMII dapat memberikan dukungan penuh agar kepengurusan yang baru mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal.

“Dengan semangat kebersamaan dan penguatan intelektual di kampus, kami ingin PMII semakin hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan di Papua Barat serta Papua Barat Daya,” pungkasnya.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *