SORONG – Musyawarah Wilayah (Muswil) Perempuan Bangsa Provinsi Papua Barat Daya resmi dibuka oleh Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, di M Hotel Kota Sorong, Kamis (9/7/2026). Pembukaan forum strategis tersebut turut disaksikan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah dan politik nasional.
Muswil tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memperkuat barisan kader perempuan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk menyongsong Pemilu 2029.
Ketua DPW PKB Papua Barat Daya Abdullah Gazam menegaskan, Perempuan Bangsa merupakan salah satu badan otonom PKB dengan kiprah paling menonjol. Menurutnya, organisasi tersebut memiliki posisi strategis dalam mencetak perempuan-perempuan tangguh yang mampu berkiprah di dunia politik maupun pembangunan.
“Muswil ini bukan sekadar memilih ketua baru, mengevaluasi kepengurusan lama, atau menyusun program kerja lima tahun ke depan. Yang paling penting adalah konsolidasi. Perempuan Bangsa adalah anugerah bagi PKB karena negara memberikan ruang yang sangat besar bagi perempuan untuk tampil dan berkontribusi,” ujar Gazam.
Ia mengingatkan, Undang-undang Pemilu telah mengamanatkan keterwakilan minimal 30 persen perempuan dalam pencalonan legislatif. Bahkan, menurutnya, perjuangan saat ini tidak lagi berhenti pada kuota pencalonan, tetapi mendorong agar keterwakilan perempuan benar-benar mencapai 30 persen kursi di parlemen.
Gazam juga menjadikan sosok Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh, sebagai inspirasi bagi kader di Papua Barat Daya. Menurutnya, keberhasilan Nihayatul yang telah tiga periode menjadi anggota DPR RI membuktikan bahwa perempuan memiliki peluang besar untuk sukses di panggung politik.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa Nihayatul Wafiroh mengungkapkan, Muswil telah digelar secara bertahap di berbagai daerah sejak Mei 2026. Hingga kini, kegiatan tersebut telah terlaksana di 28 provinsi, sementara Papua Barat Daya menjadi titik awal rangkaian roadshow di Tanah Papua.
Ia menjelaskan, seluruh pengurus Perempuan Bangsa dari berbagai daerah nantinya akan dilantik secara serentak di Jakarta pada 22 Juli 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun PKB, oleh Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Menurut Nihayatul, langkah tersebut menjadi bukti nyata komitmen PKB dalam menempatkan perempuan sebagai salah satu pilar utama untuk membesarkan partai. Menghadapi Pemilu 2029, ia mengajak seluruh kader bergerak lebih agresif dengan semangat “Bergerak Bersama, Berdaya Bersama”.
“Slogan ini bukan sekadar pemanis di baliho, tetapi menjadi ikrar bahwa tidak boleh ada kader yang berjalan sendiri. Tidak boleh ada kelompok perempuan yang ditinggalkan. Kita harus memperluas sayap perjuangan tanpa batas,” tegasnya.

Nihayatul juga meminta seluruh kader merangkul pelaku UMKM, buruh perempuan, aktivis, kelompok profesi, ibu rumah tangga, mahasiswa, generasi milenial, hingga Gen Z. Selain itu, Perempuan Bangsa juga didorong aktif dalam isu kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta advokasi terhadap korban kekerasan seksual tanpa membedakan agama, suku, maupun budaya.
“Perempuan Bangsa wajib menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi seluruh perempuan Indonesia,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap perempuan di Papua Barat Daya.
Menurut Elisa, Muswil merupakan forum tertinggi organisasi untuk melahirkan keputusan terbaik, bukan ajang mempertontonkan siapa yang paling kuat atau paling hebat.
“Di forum ini kita adalah keluarga. Mari bicara dari hati ke hati, membuka diri, membuka hati, siap menerima kritik maupun masukan demi kemajuan organisasi bersama,” ujar Elisa.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh peserta Muswil, agar terus aktif di dunia politik. Menurutnya, perubahan besar hanya bisa diwujudkan melalui partai politik.
“Semua orang ingin memajukan negeri ini. Tetapi kalau berada di luar sistem politik, itu tidak mudah. Kalau ingin mengubah negeri ini, pintu masuknya harus melalui partai politik. Tidak ada jalan lain,” tegasnya.
Elisa pun meyakini kader-kader Perempuan Bangsa Papua Barat Daya memiliki potensi besar menjadi pemimpin masa depan, bahkan hingga tingkat nasional.
“Jangan pernah berpikir bahwa hanya orang dari Jakarta yang bisa datang membangun Papua. Dari Papua Barat Daya pun bisa lahir pemimpin yang suatu saat berdiri dan berkiprah di Jakarta. Kalian adalah orang-orang visioner yang sedang menyiapkan masa depan bangsa,” pungkas Gubernur.













