SORONG – Kabupaten Sorong kini memiliki nakhoda baru di jajaran birokrasi. Nimrod Sesa resmi dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong dalam prosesi khidmat yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Sorong Johny Kamuru, di Hotel Aimas, Kamis (27/8/2026).
Pelantikan ini menjadi momen krusial bagi stabilitas pemerintahan daerah. Dalam arahannya, Bupati Johny Kamuru menegaskan bahwa jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif, melainkan kepercayaan tertinggi yang harus dijawab dengan dedikasi penuh.
“Kesetiaan dan loyalitas tidak bisa menunggu di tikungan, tapi harus dimulai dari awal. Saya minta Pak Sekda segera tancap gas menuntaskan pekerjaan yang selama satu setengah tahun terakhir ini sempat diampu oleh Plt Sekda,” tegas Bupati Johny.
Senada dengan Bupati, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu memberikan pesan yang sangat tegas kepada Nimrod Sesa. Elisa mengingatkan bahwa di antara 7.500 pegawai di lingkungan Pemkab Sorong, Nimrod Sesa adalah orang yang terpilih dan dipercaya oleh Bupati.
“Banyak yang terpanggil, tapi Nimrod Sesa yang terpilih. Karena Bupati sudah percaya, maka jangan buat gerakan tambahan dan jangan buat jalan sendiri. Fokus, totalitas dan bantu kepala daerah mewujudkan mimpi-mimpi pembangunan,” ujar Elisa Kambu.

Elisa menekankan bahwa peran Sekda adalah memastikan kebijakan kepala daerah tidak hanya berhenti di atas kertas, melainkan terealisasi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pertanggungjawaban. Ia juga mewanti-wanti jajaran Kepala OPD agar tidak ada yang mencoba “melangkahi” Sekda dengan dalih kedekatan pribadi kepada Bupati.
Lebih lanjut, Elisa Kambu menyoroti tantangan fiskal yang ketat dari pemerintah pusat dalam dua tahun terakhir. Sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Sekda dituntut mampu mengatur anggaran dengan cerdas dan membangun kerja sama tim (teamwork) yang solid di antara OPD tanpa diskriminasi.
“Jangan ada sekat. Fokus kita satu, mensejahterakan rakyat. Saya juga minta kepada masyarakat dan OPD agar memberi ruang bagi Pak Sekda untuk bekerja. Jangan ribut atau mengganggu sebelum ia menunjukkan kinerjanya. Beri kesempatan satu tahun, setelah itu silakan dievaluasi,” imbuh Elisa.
Dalam kesempatan tersebut, Elisa juga mengajak seluruh pihak untuk melupakan perbedaan pasca-Pilkada. Ia menekankan bahwa Kabupaten Sorong adalah daerah penyangga utama Provinsi Papua Barat Daya, sehingga sinergi antara Pemkab dan Pemprov menjadi harga mati.
“Riak-riak Pilkada saya anggap sudah selesai. Mari kita bersatu membangun Papua Barat Daya agar menjadi provinsi yang unggul dan terdepan di Tanah Papua,” tutupnya.













