SORONG – Sebuah pemandangan kontras namun membanggakan tersaji di Kampung Klayas, Distrik Seget, Kabupaten Sorong. Wilayah yang dulunya dikenal dengan tanahnya yang keras dan kering kini berubah menjadi lahan subur yang menghijau, siap dipanen. Keberhasilan ini dirayakan melalui Panen Raya bawang merah dan cabai yang diinisiasi oleh Kelompok Pertanian Klayas bersama PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Kasim.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pertanian, melainkan sebuah tonggak sejarah bagi kemandirian pangan di Tanah Papua. Melalui program *Community Involvement and Development* (CID), Pertamina RU Kasim membuktikan bahwa dengan pendampingan dan inovasi yang tepat, keterbatasan geografis dapat disulap menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan.
Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance RU Kasim, Williamson Amamehi, mengungkapkan rasa bangganya atas kegigihan warga Kampung Klayas. Ia menuturkan bahwa sebelum adanya pendampingan, masyarakat menghadapi kendala serius terkait kondisi tanah yang dianggap tidak ideal untuk hortikultura.
“Kilang Kasim sangat bangga melihat masyarakat Kampung Klayas mampu memaksimalkan segala dukungan pendampingan dan fasilitas hingga berhasil panen raya secara mandiri. Hari ini kita mencatatkan sejarah penting: bukti nyata bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dan dikembangkan sendiri di atas Tanah Papua,” ujar Williamson dengan penuh antusias.

Lebih lanjut, Williamson menegaskan bahwa panen kali ini memiliki makna yang lebih dalam. “Kita tidak hanya memanen hasil bumi, tetapi juga memanen kemandirian ekonomi masyarakat. Hasil tani hari ini membuktikan bahwa Papua memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa harus bergantung pada pasokan dari luar daerah,” tambahnya.
Keberhasilan sinergi antara industri dan masyarakat ini pun mendapat apresiasi hangat dari pemerintah daerah. Kepala Distrik Seget, Albertho Kamumpat, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian nyata yang diberikan oleh Pertamina RU Kasim.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dorongan serta pendampingan dari Kilang Kasim. Kontribusi ini terbukti memberikan dampak sosial yang nyata dan mampu memberdayakan ekonomi masyarakat kami di Distrik Seget,” ucap Albertho.
Panen raya ini menjadi bukti konkret bahwa pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh. Melalui kolaborasi yang kokoh antara Pertamina, pemerintah daerah, dan warga Kampung Klayas, harapan akan kemandirian pangan di wilayah operasional kilang kini bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. (*)











