SORONG – Insiden kekerasan yang menimpa tiga orang warga di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, pada 13 Agustus 2026, kini menjadi perhatian serius aparat keamanan. Ketiga korban dilaporkan mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Audie Latuheru mengonfirmasi, tim investigasi telah diterjunkan ke lokasi kejadian (TKP) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Saat ini tim baru saja masuk ke lokasi TKP. Kami berharap proses olah TKP dapat berjalan lancar,” ujar Brigjen Pol Audie Latuheru saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8/2026).
Terkait detail insiden dan pelaku di balik peristiwa tersebut, Kapolda menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan komentar atau spekulasi. Ia menekankan, setiap pernyataan resmi harus didasarkan pada fakta dan data yang akurat dari hasil penyelidikan di lapangan.
“Sekali lagi, semua proses masih berjalan. Tidak ada yang bisa saya sampaikan sebelum hasil investigasi dapat disimpulkan dengan benar. Kami akan melihat dinamika di lapangan, semoga hasilnya bisa segera diketahui,” tambahnya.
Di sisi lain, Kapolda memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Kabupaten Maybrat saat ini dalam keadaan kondusif. Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat atas kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.
Terkait aksi unjuk rasa yang sempat terjadi selama empat hari di kantor bupati, Kapolda menyebut aksi tersebut berlangsung damai.
“Masyarakat yang kemarin melakukan demo sangat baik. Selama empat hari menduduki kantor bupati, tidak ada satu pot bunga pun yang rusak. Setelah kami dari Forkopimda datang, aspirasi mereka tersampaikan dan masyarakat telah kembali ke tempatnya masing-masing dengan aman dan damai,” pungkas Kapolda.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan tenggat waktu spesifik mengenai kapan hasil investigasi kekerasan tersebut akan diumumkan, sembari fokus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan.













