JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup bersama seluruh 38 pimpinan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) se-Indonesia di Istana Negara, Jumat (31/7/2026). Wakil Ketua Umum KADIN Papua Barat Daya yang juga menjabat Penjabat Ketua Umum KADIN Maybrat, Yanto Ijie, ST, turut hadir mewakili dunia usaha wilayah untuk menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan pelaku usaha dalam membangun iklim bisnis yang sehat, berdaya saing, dan merata hingga ke pelosok daerah.
Dalam forum yang membahas sinergi menghadapi tantangan ekonomi nasional maupun dinamika global ini, Presiden Prabowo menegaskan ambisi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen hanya bisa diwujudkan jika ada komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha. Keberhasilan tersebut sangat bergantung pada tiga hal utama: penguatan ekonomi di tingkat daerah, optimalisasi investasi, serta percepatan hilirisasi industri di seluruh penjuru negeri.
“Kekayaan sumber daya alam Indonesia adalah aset strategis yang sudah lama menjadi sorotan dunia. Oleh karena itu, mari kita tetap bersatu, bijaksana, dan senantiasa waspada dalam menjaga kepentingan nasional kita,” pesan Presiden menutup arahannya.
Pertemuan ini menjadi wadah komunikasi krusial antara pemerintah dengan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi, ketahanan nasional, serta meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap pembangunan Indonesia.
Menyambut arahan Presiden, Yanto Ijie menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menegaskan kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku usaha akan membawa dampak besar bagi penguatan iklim investasi, baik skala nasional maupun regional.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian besar Bapak Presiden. Beliau menekankan bahwa penguatan ekonomi daerah adalah kunci utama pertumbuhan nasional. Ini menjadi garis panduan penting bagi kami di KADIN Papua Barat Daya,” ujar Yanto.

Ia menambahkan, kemajuan ekonomi nasional tidak akan kokoh jika potensi daerah belum tergarap maksimal. “Kadin Papua Barat Daya siap berkolaborasi dan mengambil peran memajukan dunia usaha, dengan menjadikan potensi daerah sebagai prioritas pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan berharga ini, Yanto Ijie menyampaikan dua usulan kunci untuk menggerakkan roda ekonomi di Papua Barat Daya:
Pertama, menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama dengan mengajukan wilayah ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional Pariwisata. Keindahan dunia bawah laut Raja Ampat, habitat penyu belimbing di Tambrauw, hingga keunikan Danau Kart Ayamaru di Kabupaten Maybrat dinilai berpotensi besar mendatangkan investasi dan menyerap tenaga kerja lokal—asalkan infrastruktur penunjang segera dibangun dan disempurnakan.
Kedua, segera mengoptimalkan beroperasinya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Hal ini menjadi kunci agar pengelolaan sumber daya alam di Tanah Papua tidak hanya berupa ekspor bahan mentah, melainkan dapat diolah sendiri di daerah melalui hilirisasi industri.
“Jika KEK Sorong berjalan maksimal, ekosistem usaha di Papua Barat Daya akan semakin sehat, investor makin tertarik masuk, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” jelas Yanto.
Diharapkan pertemuan ini melahirkan kerja nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang merata, adil, dan benar-benar berpihak pada kemajuan daerah. Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama Presiden Prabowo dan seluruh pimpinan KADIN dari berbagai daerah di Indonesia. (*)













