SORONG – Langkah besar dalam menata tata kelola data demi pembangunan yang adil dan tepat sasaran diambil Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat Kampung menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penataan Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Hotel Aimas, Kabupaten Sorong, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini secara khusus menyusun tata cara pengelolaan data kependudukan yang meliputi data perseorangan, data agregat, hingga perlindungan data pribadi, yang berlaku di seluruh lingkup provinsi maupun kabupaten/kota.
Mewakili Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Pemberdayaan Masyarakat Kampung Nicolas Asmuruf menegaskan bahwa data kependudukan yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi adalah pondasi utama. Tanpa data yang tepat, kebijakan pembangunan, perencanaan, pelayanan publik, hingga alokasi anggaran berisiko meleset dari sasaran.
“Terlebih bagi Papua Barat Daya sebagai daerah otonomi baru, validasi data—terkait Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP—sangat krusial. Ini adalah dasar bagi kebijakan afirmasi dan tata kelola otonomi khusus yang berkeadilan,” ujar Nicolas.
Ia juga mengingatkan bahwa di era digital, pengelolaan data tidak boleh dilakukan sembarangan. Keamanan dan kerahasiaan informasi adalah harga mati yang diamanatkan Undang-undang.
“Kita harus tegas membedakan batasan antara pemanfaatan data perseorangan, data agregat, dan perlindungan data pribadi. Tujuannya jelas, mencegah kebocoran informasi maupun pelanggaran hukum,” tegasnya.
Melalui FGD ini, disusun Standar Prosedur Operasional (SPO) yang seragam, agar pengelolaan data berjalan aman dan selaras. Selain itu, komitmen lintas instansi diperkuat untuk menyatukan sistem informasi, sehingga menjadi transparan dan akuntabel—namun tetap menjaga hak privasi setiap warga.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan dukungan penuh terhadap langkah ini, yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan tertib administrasi kependudukan yang merata hingga ke seluruh pelosok Bumi Malamoi.













