SORONG – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Kasim kembali membuktikan perannya sebagai salah satu pilar utama ketahanan energi nasional di kawasan timur Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan melalui kunjungan kerja (Site Visit) dan Management Walkthrough (MWT) yang dipimpin Vice President Inventory Management & Supply Optimization (VP IMPO) PT Pertamina (Persero), Muhammad Yasir Arofat, Kamis (30/7/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dalam menjaga keandalan jalur pengolahan minyak serta meningkatkan efisiensi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Langkah tersebut dinilai strategis untuk memastikan pasokan energi tetap aman, andal, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Papua dan kawasan Timur Indonesia.
Dalam peninjauan lapangan, jajaran manajemen melakukan evaluasi terhadap koordinasi rantai pasok (supply chain), keandalan operasional kilang, hingga perkembangan proyek pengembangan fasilitas penunjang distribusi energi yang tengah berjalan.
VP IMPO PT Pertamina (Persero), Muhammad Yasir Arofat, memberikan apresiasi atas performa Kilang Kasim yang dinilai mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus mendukung pengembangan infrastruktur energi.
“Kehandalan kilang yang terjaga dengan baik, disandingkan dengan langkah-langkah pengembangan kilang yang sedang berjalan saat ini, merupakan pijakan strategis yang sangat baik dalam menjamin keberlanjutan pasokan BBM di wilayah Timur Indonesia,” ujar Yasir.
Ia menegaskan, komunikasi dan koordinasi yang kuat antarunit menjadi faktor penting dalam memperkokoh ketahanan energi nasional.
“Melalui koordinasi yang erat pada jalur pengolahan dan pendistribusian, kita dapat memastikan rantai pasok energi di kawasan ini menjadi jauh lebih efisien, tangguh, dan siap menghadapi tantangan kebutuhan energi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Kilang Kasim, Hadi Siswanto, menegaskan bahwa Kilang Kasim terus berinovasi dan melakukan ekspansi operasional sebagai bagian dari strategi memperkuat distribusi energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Hadi, pengembangan Project Open Access di Kilang Kasim dirancang untuk membuka peluang sinergi dengan berbagai pihak sehingga mampu menciptakan nilai tambah baru bagi percepatan pembangunan ekonomi dan efisiensi distribusi produk energi.
“Pengembangan Project Open Access di Kilang Kasim dirancang untuk membuka peluang dan kesempatan bagi sinergitas yang mampu menambah value baru, baik bagi percepatan roda ekonomi maupun efisiensi distribusi produk-produk yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan, keberhasilan menjaga ketahanan energi nasional tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Kilang Kasim berkomitmen untuk terus membuka peluang kerja sama yang erat antar seluruh lini penjaga ketahanan energi nasional. Sinergi ini sangat krusial demi memastikan keberlangsungan rantai pasokan BBM yang aman, andal, serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di wilayah Timur Indonesia,” pungkas Hadi.
Melalui kegiatan Management Walkthrough dan koordinasi lintas fungsi ini, PT Pertamina Patra Niaga RU Kasim menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan operasional kilang, memperkuat integrasi rantai pasok, serta menghadirkan sistem distribusi energi yang semakin efisien. Upaya tersebut diharapkan mampu menopang ketahanan energi nasional sekaligus mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Timur Indonesia. (*)













