Sorong – PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VII Kasim kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan kawasan ekowisata Warkesi di Papua Barat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan monitoring dan evaluasi pembangunan infrastruktur serta koordinasi pelatihan peningkatan kapasitas bagi mitra binaan Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkesi.
Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juni 2026 itu dihadiri oleh perwakilan Kelompok Tani Hutan Warkesi bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat. Sinergi tersebut menjadi langkah nyata dalam memastikan pembangunan kawasan wisata tetap berjalan seiring dengan upaya pelestarian ekosistem hutan.
Dalam peninjauan lapangan, tim gabungan menemukan sejumlah perkembangan positif sekaligus melakukan penyesuaian teknis terhadap fasilitas pendukung ekowisata. Salah satunya adalah perubahan konsep jalur trekking. Rencana awal pemasangan railing diganti dengan pembenahan pijakan jalur yang dilengkapi stik pegangan bagi wisatawan.
Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi medan yang rawan longsor saat musim hujan sehingga pemasangan patok dinilai berisiko terhadap kelestarian lingkungan. Penggunaan stik pegangan dianggap menjadi solusi yang lebih aman, nyaman, sekaligus tetap menjaga kondisi alami kawasan hutan.
Tak hanya itu, pembangunan pos penjaga serta dua unit jembatan menuju toilet dan area perkemahan (camping ground) juga menunjukkan progres yang menggembirakan.
Menariknya, seluruh kebutuhan kayu dipenuhi secara ramah lingkungan dengan memanfaatkan pohon-pohon yang tumbang secara alami di dalam kawasan hutan. Langkah tersebut menjadi contoh nyata pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana tanpa harus menebang pohon yang masih hidup, sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan infrastruktur wisata berbasis konservasi.
Setelah pembangunan fisik selesai, program akan berlanjut pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Pelatihan Digital Branding dan Promosi Wisata yang dijadwalkan berlangsung di Aula BBKSDA Papua Barat pada akhir Agustus atau awal September 2026.

Ketua KTH Warkesi Alvian mengaku bersyukur, atas pendampingan yang terus diberikan Pertamina RU VII Kasim bersama BBKSDA Papua Barat.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pendampingan dan kepedulian yang terus diberikan oleh Pertamina RU VII Kasim dan BBKSDA. Saat ini seluruh anggota kelompok fokus menyelesaikan pembangunan pos penjaga dan jembatan akses. Setelah selesai, kami sangat siap mengikuti pelatihan digital agar mampu mempromosikan keindahan Warkesi secara modern sehingga semakin banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, CSR, & Compliance RU VII Kasim, Williamson Amamehi, menegaskan bahwa Kilang Kasim akan terus mendukung tumbuhnya ekowisata berbasis masyarakat melalui program-program yang berkelanjutan.
“Kilang Kasim senantiasa berkomitmen tumbuh bersama masyarakat melalui program yang memberikan dampak nyata. Kami mengapresiasi inisiatif Kelompok Warkesi yang mampu menyesuaikan pembangunan dengan kondisi alam serta memanfaatkan kayu tumbang secara bijak tanpa merusak ekosistem hutan,” kata Williamson.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat terus berkembang.
“Pelatihan digital branding yang akan segera dilaksanakan diharapkan mampu membuka akses promosi yang lebih luas sehingga potensi ekowisata Warkesi semakin dikenal, dikelola secara profesional, serta memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan, pelestarian kawasan konservasi, dan penguatan kemampuan digital masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga RU VII Kasim optimistis Ekowisata Warkesi akan berkembang menjadi destinasi wisata alam unggulan di Tanah Papua yang mandiri, berdaya saing, sekaligus tetap menjaga kelestarian hutan bagi generasi mendatang. (*)













