Sorong – Polda Papua Barat Daya terus memperkuat upaya preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya Tahun 2026, yang menghadirkan Direktur Intelkam Polda Papua Barat Daya Kombes Pol Angling Guntoro sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya yang mengusung tema “Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Strategi Menghadapi Berita Hoaks serta Isu Radikalisme di Papua Barat Daya”, Kombes Pol Angling Guntoro menekankan, ancaman terhadap keamanan saat ini tidak hanya datang dari kejahatan konvensional, tetapi juga dari masifnya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, hingga paham radikalisme di ruang digital.
Menurutnya, penguatan nilai-nilai Pancasila, peningkatan literasi digital, serta kesadaran hukum masyarakat menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa di tengah derasnya arus informasi.
“Penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu keresahan dan perpecahan. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak, kritis dan bertanggung jawab dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial,” tegasnya.

Selain mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi, Polda Papua Barat Daya juga mendorong penguatan budaya dialog, toleransi, gotong royong, serta penghormatan terhadap keberagaman sebagai modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Polda Papua Barat Daya juga menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional. Melalui sinergi dengan Lembaga Pengembangan Noken Center, institusi kepolisian menilai noken bukan sekadar warisan budaya Papua, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Ketua Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya Benediktus Bame menyampaikan apresiasi, atas dukungan penuh Polda Papua Barat Daya terhadap pelaksanaan pelantikan dan rapat kerja organisasi tersebut.
Ia menilai, kehadiran Direktur Intelkam sebagai narasumber merupakan bentuk nyata komitmen Polda Papua Barat Daya dalam mendukung pelestarian budaya Papua sekaligus mempererat kemitraan dengan masyarakat untuk menjaga stabilitas keamanan daerah.
“Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin ini terus diperkuat sehingga mampu mendukung pelestarian budaya, memperkokoh persatuan, serta mewujudkan Papua Barat Daya yang aman, damai, harmonis, dan kondusif,” ujar Benediktus.
Melalui pendekatan edukatif, pembinaan, dan kemitraan yang berkelanjutan, Polda Papua Barat Daya menegaskan komitmennya membangun kepercayaan publik sekaligus menjadikan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan. Sinergi bersama Lembaga Pengembangan Noken Center diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai ancaman, sekaligus menciptakan iklim yang aman dan harmonis sebagai fondasi bagi percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya. (*)













