Berita  

QRISTAL Kasuari 2026, Dorong PBD Makin Melek Transaksi Digital

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (0.35527065, 0.35527065); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (22, -1); aec_lux: 237.03735; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Sorong – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat resmi membuka Festival Ekonomi dan Keuangan Digital (FEKD) QRISTAL Kasuari 2026 di Gedung Lambert Jitmau, Kota Sorong, Kamis (23/7). Festival yang berlangsung hingga 25 Juli 2026 ini menjadi langkah strategis, untuk mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital di Papua Barat Daya melalui perluasan penggunaan sistem pembayaran digital, peningkatan literasi masyarakat, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Mengusung tema “Harmoni Digital: Kolaborasi Membangun Inklusi dan Inovasi Ekonomi Digital di Bumi Kasuari”, QRISTAL Kasuari 2026 merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses digelar pada 2025. Tahun ini, kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Gedung Lambert Jitmau dan Halaman Kantor Wali Kota Sorong, dengan menghadirkan beragam agenda edukasi, kompetisi, hiburan, hingga promosi UMKM.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat Setian mengatakan, penyelenggaraan QRISTAL Kasuari menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif, aman, dan berkelanjutan di Papua Barat Daya.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia terus memastikan sistem pembayaran nasional berjalan lancar, aman, efisien, dan andal melalui prinsip CEMUMUAH (Cepat, Mudah, Murah, Aman, dan Handal). Berbagai inovasi terus dikembangkan agar masyarakat semakin mudah bertransaksi secara digital.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah QRIS Cross-Border, yang kini dapat digunakan di Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, hingga Tiongkok. Layanan tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran di luar negeri menggunakan aplikasi pembayaran domestik tanpa perlu menukar uang tunai.

Selain itu, BI juga terus mendorong pemanfaatan QRIS Tap, layanan pembayaran tanpa perlu memindai kode QR yang resmi diluncurkan pada Maret 2025. Teknologi ini memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat, terutama untuk transportasi publik dan sektor ritel yang membutuhkan kecepatan pelayanan.

Tidak hanya menyasar masyarakat umum, digitalisasi juga didorong untuk mendukung tata kelola pemerintahan daerah. Implementasi pembayaran pajak dan retribusi secara nontunai dinilai mampu meningkatkan transparansi, mempercepat penerimaan daerah, serta meminimalkan potensi kebocoran karena seluruh transaksi tercatat secara elektronik.

Selama tiga hari pelaksanaan, QRISTAL Kasuari 2026 menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari talkshow, sosialisasi sistem pembayaran digital, workshop, Digital Innovation Challenge, QRIS Jelajah Rasa, Bank Indonesia Discovery Zone, Torang Color Run, hingga kegiatan olahraga dan sosial seperti zumba, donor darah, kompetisi e-sport, serta pentas seni.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, BI berharap masyarakat semakin memahami manfaat transaksi digital, sementara pelaku UMKM mampu memanfaatkan teknologi pembayaran untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha.

Festival ini juga menjadi wadah kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, perbankan, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang semakin kuat.

Bank Indonesia optimistis, budaya transaksi digital di Papua Barat Daya akan semakin mengakar melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan. Transformasi digital diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif, meningkatkan daya saing UMKM, memperkuat efisiensi sistem pembayaran, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Bumi Kasuari.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih, kepada Bank Indonesia atas inisiatif dalam penyelenggaraan kegiatan QRISTAL KASUARI berupa Festival Ekonomi dan Keuangan Digital di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya selama 3 hari ke depan, yakni tanggal 23 sampai dengan 25 Juli 2026.

“Dalam konteks digitalisasi, penting untuk dapat kita pahami bahwa digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memperluas akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat dan pada akhirnya berdampak bagi peningkatan perekonomian di wilayah tersebut,” bebernya.

Saat ini, sambungnya, inovasi digital khususnya di sektor keuangan sangat berkembang pesat, ditandai dengan hadirnya berbagai inovasi sistem pembayaran yang semakin memudahkan dalam bertransaksi. Hal ini juga sejalan dengan tuntutan masyarakat di era saat ini yang menghendaki segala sesuatu yang serba praktis, cepat, mudah, murah, dan aman.

Salah satu inovasi sistem pembayaran yang sudah diluncurkan oleh Bank Indonesia bersama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yaitu QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). QRIS merupakan kanal pembayaran digital menggunakan kode QR yang terstandar.

“Provinsi Papua Barat Daya memiliki potensi yang sangat besar, serta masih terdapat banyak ruang untuk lebih meningkatkan adopsi transaksi digital serta menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dan amannya bertransaksi secara digital/nontunai,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Wagub PBD mengajak seluruh masyarakat manfaatkan kemajuan teknologi ini dengan bijak, berkolaborasi dalam inovasi dan memastikan setiap lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari era digital untuk kemajuan daerah.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *