Sorong – Ketua Lembaga Pengembangan Noken Center (LPNC) Provinsi Papua Barat Daya Benediktus Bame, S.T., M.Si mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelantikan serta rapat kerja pengurus LPNC Provinsi Papua Barat Daya yang akan digelar pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Momentum tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemberdayaan noken sebagai warisan budaya asli Papua yang memiliki nilai historis, sosial, sekaligus ekonomi bagi masyarakat.
Benediktus Bame mengatakan, pelantikan dan rapat kerja bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal dari terbentuknya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, tokoh adat, akademisi, organisasi kepemudaan, pelaku usaha dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya noken di tengah arus modernisasi.
Menurutnya, noken bukan hanya simbol identitas Orang Asli Papua, tetapi juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis kearifan lokal.
“Melalui pelantikan dan rapat kerja ini, kami ingin membangun kolaborasi yang kuat agar noken tidak hanya tetap lestari sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi sumber ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujar Benediktus.
Ia menjelaskan, rapat kerja LPNC Papua Barat Daya akan menjadi forum strategis untuk menyusun berbagai program kerja yang terarah, inovatif, dan berkelanjutan. Program tersebut akan difokuskan pada penguatan pelestarian budaya, pendidikan berbasis kearifan lokal, pemberdayaan komunitas, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.
Benediktus menegaskan, pelestarian budaya harus dimulai dari pendidikan dan keterlibatan masyarakat.
Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam noken dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari jati diri dan kebanggaan masyarakat Papua.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk bersama-sama menyukseskan pelantikan dan rapat kerja Lembaga Pengembangan Noken Center sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan jati diri Orang Asli Papua. Melalui kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, kami optimistis noken akan terus menjadi simbol persatuan, kebanggaan, serta kekuatan budaya masyarakat Papua,” tegasnya.
Selain itu, Benediktus berharap pelaksanaan pelantikan dan rapat kerja dapat melahirkan berbagai gagasan baru yang mampu memperluas pemanfaatan noken dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi kreatif, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat.
Pelantikan dan rapat kerja Lembaga Pengembangan Noken Center Provinsi Papua Barat Daya diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan semangat kolaborasi, LPNC optimistis noken akan terus hidup sebagai simbol persatuan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Papua di tingkat nasional maupun dunia. (*)













