SORONG – Partai Garuda resmi melantik jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari enam provinsi di seluruh Tanah Papua dalam sebuah agenda konsolidasi politik yang digelar di Hotel Vega, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (13/7/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Partai Garuda yang juga Staf Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi, Ahmad Ridha Sabana, serta dihadiri Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, para pengurus pusat, kader dan simpatisan Partai Garuda.
Dalam sambutannya, Ahmad Ridha Sabana menegaskan bahwa Papua merupakan wilayah strategis yang memiliki peran besar bagi masa depan Indonesia.
“Papua adalah tanah emas, tanah kebanggaan bangsa Indonesia yang dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Karena itu, kita harus memastikan Papua tetap kuat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ridha mengingatkan, dinamika geopolitik dunia saat ini memberikan dampak besar terhadap kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, partai politik harus mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan agar tetap relevan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Situasi geopolitik dunia sedang tidak baik-baik saja. Dampaknya kita rasakan pada berbagai indikator ekonomi, mulai dari nilai tukar dolar, IHSG, hingga ekspor dan impor. Namun bangsa Indonesia masih mampu bertahan. Karena itu Partai Garuda harus adaptif, tidak boleh kaku menghadapi perubahan,” katanya.
Kepada para pengurus DPD dan DPC yang baru dilantik, Ridha meminta agar segera bergerak melakukan konsolidasi organisasi, sebagai persiapan menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan verifikasi faktual partai pada 2027.
“Pastikan Papua tetap menjadi penjaga NKRI. Kita harus bergegas menyesuaikan tugas-tugas partai. Tahun 2027 tinggal beberapa bulan lagi menuju verifikasi administrasi dan faktual. Papua selama ini selalu menunjukkan sebagai wilayah yang paling rapi dan tertib dalam proses tersebut, meski memiliki tantangan geografis yang luar biasa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, tujuan utama perjuangan Partai Garuda bukan sekadar memenangkan kontestasi politik, melainkan ikut mewujudkan cita-cita bangsa menuju negara yang adil dan makmur.
Ridha juga menepis anggapan bahwa kehadiran Partai Garuda menjadi ancaman bagi partai lain.
“Partai politik bukan untuk saling berseteru, tetapi saling menguatkan. Kehadiran Partai Garuda tidak akan mendegradasi partai lain. Kita ingin bersama-sama memberikan gagasan terbaik bagi bangsa,” katanya.
Menurutnya, perubahan besar di Indonesia hanya dapat diwujudkan melalui jalur politik karena seluruh kebijakan negara lahir dari proses politik.

“Kalau ingin mengubah bangsa ini, jalur tercepat adalah partai politik. Kebijakan lahir dari ide-ide dan keputusan para wakil rakyat. Karena itu posisi kader partai sangat penting sebagai representasi masyarakat,” tegas Ridha.
Ia menambahkan, Partai Garuda yang kini telah berusia 11 tahun akan terus memperkuat organisasi hingga ke daerah sebagai bekal menghadapi Pemilu 2029.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyambut baik pelantikan pengurus Partai Garuda di seluruh Tanah Papua. Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang bergabung dalam partai politik, akan semakin memperkuat demokrasi dan pembangunan bangsa.

“Semakin banyak orang bergabung di partai politik itu semakin baik. Karena kita bersama-sama berpikir bagaimana memajukan negeri ini. Jalannya memang melalui partai politik,” kata Elisa.
Ia menjelaskan, tugas utama partai politik adalah menyiapkan kader-kader terbaik untuk menjadi pemimpin dan wakil rakyat sehingga mampu melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Kalau ingin menghadirkan kesejahteraan, maka partai harus mempersiapkan kader terbaik agar bisa masuk ke DPR maupun menjadi pemimpin daerah. Dari situlah kebijakan bisa dijalankan dengan lebih mudah,” ujarnya.
Elisa juga mengajak generasi muda Papua untuk tidak ragu bergabung dalam partai politik sebagai wadah pengabdian kepada bangsa dan daerah.

“Saya mengajak anak-anak muda jangan takut masuk partai politik. Semua partai memiliki kesempatan dan tujuan yang sama, yaitu membangun bangsa. Pada akhirnya rakyat yang akan menentukan melalui pemilu,” katanya.
Menurut Elisa, keberadaan Partai Garuda harus menjadi mitra dalam membangun Indonesia, bukan sebagai pesaing yang menciptakan perpecahan.
“Partai ini hadir bukan untuk menjadi pesaing yang memecah belah, tetapi menjadi mitra yang berkolaborasi membangun negeri. Hasil kerja politik nantinya akan dinilai masyarakat pada Pemilu 2029,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Elisa mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Partai Garuda yang baru dilantik di enam provinsi Tanah Papua. Ia berharap, amanah tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Jangan sia-siakan kepercayaan ini. Mulailah dari hal-hal kecil yang bisa dikerjakan. Kalau yang kecil berhasil kita lakukan, maka yang besar akan mengikuti. Waktu menuju 2029 tinggal dua tahun lagi. Setelah pelantikan ini, segera lakukan konsolidasi dan mulai kerja-kerja politik di tengah masyarakat,” pungkasnya.













