Berita  

MTQ II PBD Siap Digelar, 202 Kafilah Bersaing Menuju MTQ Nasional

SORONG – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) II tingkat Provinsi Papua Barat Daya dipastikan siap digelar mulai 1 Juli 2026. Panitia memastikan seluruh persiapan telah mencapai sekitar 90 persen, menandai kesiapan daerah menyelenggarakan ajang syiar Islam terbesar di provinsi termuda di Indonesia itu.

Ketua Panitia MTQ II Provinsi Papua Barat Daya Abdul Mutalib mengatakan, malam pembukaan akan berlangsung pada 1 Juli 2026 dan dijadwalkan dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya.

“Persiapan panitia hingga H-2 sudah mencapai kurang lebih 90 persen. Insyaallah kami siap melaksanakan pembukaan MTQ II tingkat Provinsi Papua Barat Daya pada 1 Juli nanti,” ujarnya, Senin (29/6).

Sebanyak 202 peserta dari enam kabupaten dan kota akan mengikuti berbagai cabang perlombaan. Kota Sorong mengirimkan peserta terbanyak dengan 40 orang, disusul Kabupaten Sorong 38 peserta, Kabupaten Tambrauw 37 peserta, Kabupaten Maybrat 35 peserta, Kabupaten Raja Ampat 27 peserta, dan Kabupaten Sorong Selatan 25 peserta.

Tak hanya para peserta, pelaksanaan MTQ juga melibatkan 60 orang ofisial, 41 dewan hakim, 10 panitera, serta 75 panitia. Dengan demikian, sedikitnya 388 orang akan terlibat langsung dalam penyelenggaraan MTQ II, belum termasuk tamu undangan.

Abdul Mutalib menjelaskan, seluruh cabang lomba akan dipertandingkan, kecuali cabang tilawah tuna netra yang tahun ini belum dapat dilaksanakan karena belum tersedianya peserta pada kategori tersebut.

Pembukaan MTQ akan dipusatkan di halaman MAN Model Kota Sorong. Berbagai rangkaian acara telah disiapkan, mulai dari parade kafilah, penampilan drum band, pengibaran Bendera Merah Putih, bendera LPTQ dan Kementerian Agama, hingga penampilan seni budaya serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia juga menghadirkan lima dewan hakim bersertifikat nasional dari luar Papua Barat Daya, yang berasal dari Jakarta, Makassar dan Surabaya.

Selain menjadi ajang pembinaan tilawah dan syiar Islam, MTQ II tahun ini juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Panitia menyediakan stan khusus bagi UMKM agar masyarakat dapat memanfaatkan momentum MTQ untuk meningkatkan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Ketua LPTQ Provinsi Papua Barat Daya Abubakar Alhamid berharap, seluruh rangkaian MTQ dapat berjalan aman, tertib, dan sukses dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Ia menjelaskan, MTQ II juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan kafilah terbaik yang akan mewakili Papua Barat Daya pada MTQ Nasional di Semarang pada 9 September 2026. Namun, menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan MTQ bukan semata-mata meraih prestasi.

“MTQ bukan hanya tentang perlombaan, tetapi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat tertanam dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh peserta maupun masyarakat,” tegasnya.

Dengan persiapan yang hampir rampung, MTQ II Provinsi Papua Barat Daya diharapkan tidak hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat persatuan masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *