Berita  

110 Warga Jalani Operasi Katarak Gratis di RS JP Wanane

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Papua Barat Daya, pemerintah menggandeng Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat di Kabupaten Sorong.

Kegiatan yang dipusatkan di RS JP Wanane, Kabupaten Sorong, berlangsung selama tiga hari, mulai Senin (29/6/2026) hingga Rabu (1/7/2026), dengan observasi pascaoperasi pada 2 Juli 2026.

Program tersebut menjadi harapan baru bagi puluhan warga yang selama ini mengalami gangguan penglihatan akibat katarak namun terkendala biaya untuk menjalani operasi.

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan, penyediaan layanan operasi katarak gratis merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu.

“Tahun 2026 ini pemerintah telah menyediakan anggaran untuk membantu masyarakat yang tidak mampu membiayai operasi katarak. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” ujar Elisa.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak lagi takut menjalani operasi katarak. Menurutnya, masih banyak warga yang menganggap operasi mata sebagai tindakan berisiko, padahal prosedur tersebut aman dan mampu mengembalikan kualitas penglihatan pasien.

“Kami ingin meyakinkan masyarakat bahwa katarak bisa ditangani dan dipulihkan melalui operasi. Banyak masyarakat masih takut karena operasi dilakukan pada mata, padahal tindakan ini aman. Mudah-mudahan pasien yang telah berhasil dioperasi dapat menjadi contoh sehingga masyarakat lain lebih percaya diri untuk memeriksakan matanya apabila mengalami gejala katarak,” katanya.

Elisa juga mengapresiasi kerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, yang dinilai sangat membantu masyarakat Papua Barat Daya. Kehadiran tim dokter spesialis di Sorong membuat pasien tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah sehingga menghemat biaya transportasi maupun akomodasi.

Ke depan, ia berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas ke layanan kesehatan spesialis lainnya, seperti operasi jantung dan tindakan medis kompleks lainnya, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik tanpa harus meninggalkan daerah.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinkes P2KB Papua Barat Daya dr. Jan Pieter E.A. Kambu menegaskan, pelaksanaan operasi katarak gratis merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.

“Tidak dalam rangka apa-apa. Operasi katarak ini adalah kewajiban pemerintah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 110 pasien telah mendaftarkan diri mengikuti operasi katarak. Untuk mendukung kegiatan tersebut, sebanyak 10 dokter spesialis diterjunkan, terdiri atas tujuh dokter dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung dan tiga dokter spesialis mata dari Provinsi Papua Barat.

Menurut Jan Pieter, katarak umumnya dipicu oleh proses penuaan, kekurangan asupan gizi tertentu, hingga penyakit penyerta seperti diabetes. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan mata agar gangguan penglihatan dapat dideteksi dan ditangani lebih awal.

Program operasi katarak gratis ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Dinkes P2KB Papua Barat Daya, Yayasan Cicendo Rumah Sakit Pusat Mata Cicendo Bandung, Yayasan Setia Bakti dan Yayasan Karya Alpha Omega.

Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat Papua Barat Daya yang dapat menikmati layanan kesehatan mata yang berkualitas, sehingga mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang kembali normal dan kualitas hidup yang lebih baik.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *