Berita  

Perempuan Papua Dilatih Membuat Kue dan Keripik, Pemkot Sorong Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

SORONG – Pemerintah Kota Sorong terus mendorong pemberdayaan perempuan Papua agar semakin mandiri, produktif, dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Salah satu upaya yang dilakukan melalui Pelatihan Pembuatan Aneka Kue dan Keripik bagi Perempuan Papua yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Kota Sorong.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK YPK Imanuel dan dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Lakku, yang sekaligus mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali perempuan Papua dengan keterampilan mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai jual. Lebih dari sekadar belajar membuat kue dan keripik, kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi tumbuhnya usaha mandiri serta peluang ekonomi baru bagi perempuan di Kota Sorong.

Dalam sambutannya, Ruddy R. Lakku menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sorong yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat keterlibatan perempuan dalam pembangunan daerah.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi dapat mendorong peserta untuk berani memulai usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Perempuan Papua memiliki potensi, kreativitas, dan semangat yang besar untuk maju. Karena itu, perlu diberikan dukungan dan kesempatan agar mereka semakin mandiri, produktif, serta mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” demikian pesan yang disampaikan Ruddy dalam kegiatan tersebut.

Ruddy juga mengingatkan peserta agar mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan sungguh-sungguh. Mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, kebersihan dan keamanan pangan, hingga pengemasan produk perlu dipahami dengan baik agar makanan yang dihasilkan memiliki kualitas dan daya saing.

Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Produk yang diolah secara higienis, dikemas dengan menarik, dan memiliki cita rasa yang baik akan memiliki peluang lebih besar untuk diterima pasar.

Selain keterampilan produksi, peserta juga diharapkan memahami strategi pemasaran agar hasil pelatihan dapat dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Ruddy mendorong perempuan Papua memanfaatkan teknologi digital dan media sosial sebagai sarana promosi. Dengan pemasaran secara daring, produk buatan rumah tangga tidak hanya dapat dipasarkan kepada masyarakat sekitar, tetapi juga berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas.

Ia turut menekankan pentingnya pendampingan usaha dan kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pihak terkait. Dukungan tersebut diperlukan agar para peserta tidak berjalan sendiri setelah pelatihan selesai, melainkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan produk dan memperluas jaringan pemasaran.

Bagi perempuan yang ingin memulai usaha dari rumah, keterampilan membuat aneka kue dan keripik dapat menjadi modal awal untuk membangun kegiatan ekonomi produktif. Usaha tersebut dapat dikembangkan secara bertahap sesuai kemampuan, kebutuhan pasar, dan ketersediaan bahan baku.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Sorong berharap semakin banyak perempuan Papua yang mampu mengubah keterampilan menjadi peluang usaha nyata. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi keluarga dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemberdayaan perempuan pun diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata. Keberlanjutan program melalui pendampingan, pengembangan produk, serta perluasan akses pemasaran menjadi bagian penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Pemerintah Kota Sorong menaruh harapan agar perempuan Papua semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi diri, membangun usaha, dan mengambil bagian dalam pembangunan yang inklusif, adil, serta berkelanjutan.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *