Sorong – Tim mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui penelitian yang mengangkat isu permukiman dan dinamika migrasi penduduk di Kota Sorong.
Tim tersebut diketuai Priskaila Chaterine Deardra Kayadu bersama tiga anggota yaitu Feliks Baru, Afdhal A. Munawir dan Risman. Tim ini dibimbing oleh La Ibal, S.T., M.PWK, dosen Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sorong.
Ketua tim Priskaila Chaterine Deardra Kayadu menyampaikan rasa syukur, atas keberhasilan timnya memperoleh pendanaan PKM-RSH Tahun 2026 serta ucapan terima kasih kepada Tim Belmawa, Tim PKM, serta Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sorong.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa penelitian sosial di bidang perencanaan wilayah dan kota memiliki kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk melaksanakan penelitian secara maksimal serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung perencanaan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Penelitian yang diusulkan berjudul “Pemetaan Pola Fragmentasi Permukiman Suku Moi di Kota Sorong Akibat Tekanan Migrasi Penduduk.”
Penelitian tersebut berangkat dari fenomena meningkatnya arus migrasi ke Kota Sorong yang berdampak terhadap perubahan struktur ruang, pola permukiman, serta keberlanjutan kawasan permukiman masyarakat adat Suku Moi sebagai penduduk asli wilayah tersebut.
Melalui pendekatan riset sosial humaniora, tim akan mengidentifikasi pola fragmentasi permukiman, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan perkotaan yang tetap memperhatikan keberadaan masyarakat adat.
Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perencanaan wilayah dan kota, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan tata ruang yang lebih berkeadilan serta mendukung pelestarian identitas dan ruang hidup masyarakat adat di tengah pesatnya perkembangan Kota Sorong.
Penelitian akan dilaksanakan selama masa pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2026 dengan melibatkan survei lapangan, pemetaan spasial, wawancara, serta analisis kondisi sosial masyarakat di Kota Sorong.
Priskaila berharap, hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat adat sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam menghasilkan riset yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap penelitian ini tidak hanya menjadi luaran akademik, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi yang aplikatif bagi pembangunan Kota Sorong yang berkelanjutan dan tetap menghargai eksistensi masyarakat adat Suku Moi,” tutupnya. (*)













