Ngopi Bareng Polisi di Bandara Deo, Sopir Taksi Sampaikan Aspirasi soal Taksi Online

SORONG – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak cukup hanya melalui patroli dan penegakan hukum. Komunikasi, kebersamaan, serta kesediaan mendengar aspirasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan Kota Sorong yang aman dan kondusif.

Semangat inilah yang diwujudkan Polresta Sorong Kota melalui inovasi “Ngopi Bareng Masyarakat” dengan slogan “Kitong Ngopi, Kitong Jaga Kota Sama-Sama.” Program yang digagas Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan tersebut kembali digelar di Polsek Kawasan Bandara Deo, Jumat (9/10/2026), pukul 09.00 WIT.

Kegiatan ini mempertemukan jajaran kepolisian dengan 15 pengemudi taksi bandara dan porter untuk berdialog, bertukar pikiran, sekaligus membahas persoalan yang dihadapi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle, Kabag Ops Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin, Kasat Binmas AKP Riklof Tutupary, serta Kapolsek Kawasan Bandara IPTU Sahbudin.

Suasana santai sambil menikmati kopi menjadi ruang bagi para peserta untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada kepolisian. Melalui pendekatan ini, Polri ingin membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus membuka ruang komunikasi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan melalui Wakapolresta AKBP Gleen Rooi Molle menegaskan, program Ngopi Bareng Masyarakat merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk menyerap aspirasi, menerima masukan, dan membangun kesepahaman dalam menjaga keamanan serta ketertiban di Kota Sorong.

“Melalui Ngopi Bareng Masyarakat, kami ingin menunjukkan bahwa Polri selalu terbuka untuk mendengar aspirasi, menerima masukan, dan membantu mencarikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, sesuai semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’, kitong ngopi, kitong jaga kota sama-sama,” ujar Wakapolresta.

Ia menegaskan, keamanan Kota Sorong bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, komunikasi, kepedulian, dan kerja sama dinilai penting agar berbagai persoalan dapat dibicarakan secara terbuka sebelum berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.

Salah satu aspirasi yang mencuat dalam dialog tersebut datang dari pengemudi taksi konvensional di Bandara Deo. Ia mengusulkan agar taksi daring atau taksi online menggunakan stiker khusus sehingga lebih mudah dibedakan dari taksi konvensional yang beroperasi di kawasan bandara.

Usulan tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu dibahas bersama, terutama untuk membangun kejelasan identitas kendaraan dan hubungan yang baik antara para pengemudi. Sebagai tindak lanjut, aspirasi itu diharapkan dapat dibicarakan melalui pertemuan antara perwakilan pengemudi taksi konvensional dan pengelola taksi daring. Dengan komunikasi yang baik, kedua pihak diharapkan dapat menemukan solusi bersama tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing. Selain menyerap aspirasi pengemudi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan layanan kepolisian 110 kepada masyarakat.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin menjelaskan bahwa layanan 110 tidak hanya dapat digunakan untuk melaporkan tindak kejahatan, tetapi juga untuk meminta bantuan kepolisian ketika masyarakat menghadapi situasi yang membutuhkan pertolongan.

Ia mencontohkan sejumlah bentuk pelayanan yang pernah dilakukan personel kepolisian, mulai dari membantu warga yang sepeda motornya mogok di kawasan reklamasi hingga mengantarkannya pulang ke rumah di Kilometer 12.

Personel kepolisian juga pernah membantu warga yang mengalami kesulitan melepaskan cincin. Contoh tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kepolisian tidak selalu berkaitan dengan penanganan tindak kriminal. Dalam kondisi tertentu, kehadiran polisi juga dibutuhkan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kesulitan. Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami fungsi layanan 110 dan tidak ragu menghubungi kepolisian ketika membutuhkan bantuan.

Program Ngopi Bareng Masyarakat menjadi salah satu upaya Polresta Sorong Kota membangun pola komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat. Dengan mendatangi langsung kelompok masyarakat, termasuk pengemudi taksi dan porter di kawasan Bandara Deo, kepolisian dapat mendengar persoalan yang dihadapi sekaligus mendorong penyelesaian melalui dialog. Pendekatan tersebut juga menegaskan bahwa masyarakat bukan sekadar pihak yang menerima pelayanan kepolisian, melainkan mitra penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Polresta Sorong Kota pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian, serta berperan aktif menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Sebab, kota yang aman tidak hanya dibangun melalui kehadiran aparat, tetapi juga melalui kesadaran dan kebersamaan warganya. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *