SORONG — Kapal patroli biasanya identik dengan aktivitas menjaga keamanan perairan. Namun, pemandangan berbeda terlihat di Dermaga Pulau Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Selasa (6/10/2026) sore.
Kapal KP Pulau Raam XVII-2003 milik Satpolairud Polresta Sorong Kota kali ini tidak hanya menjalankan tugas patroli. Kapal tersebut berubah menjadi ruang belajar yang membawa semangat membaca dan pengetahuan bagi anak-anak pesisir melalui program Perpustakaan Terapung.
Sekitar 65 anak usia dini hingga pelajar di Pulau Raam tampak antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 17.30 WIT.
Di atas kapal yang bersandar di perairan Pulau Raam itu, suasana belajar berlangsung santai dan penuh keceriaan. Anak-anak diajak membaca, berhitung, sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan laut yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan patroli sambang menggunakan KP. Pulau Raam XVII-2003. Saat menyusuri kawasan pesisir, personel Satpolairud melihat sejumlah anak tengah bermain di sekitar pantai.
Alih-alih hanya melanjutkan patroli, para personel kemudian mengajak anak-anak tersebut naik ke kapal untuk belajar bersama. Kapal patroli pun seketika berubah menjadi perpustakaan terapung.
Dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, anak-anak diajak mengenal huruf, membaca dan berhitung. Mereka juga mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai jenis biota laut yang hidup di sekitar perairan Pulau Raam.
Tidak berhenti di situ, personel Satpolairud turut mengenalkan jenis-jenis ikan yang dilindungi. Edukasi tersebut diberikan untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan laut sejak usia dini.

Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami sehingga anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga diajak memahami pentingnya menjaga laut yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pesisir.
“Kami ingin anak-anak di wilayah pesisir tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan dengan cara yang menyenangkan. Selain membaca dan berhitung, mereka juga kami ajak mengenal serta menjaga kekayaan laut yang ada di sekitar mereka,” ujar personel Satpolairud di sela kegiatan.
Bagi anak-anak Pulau Raam, belajar di atas kapal tentu menjadi pengalaman yang berbeda. Ruang kelas yang biasanya berupa bangunan sekolah, sore itu berganti menjadi dek kapal dengan hamparan laut sebagai latar belakang.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan membaca dan rasa ingin tahu anak-anak sejak dini.
Untuk menambah semangat peserta, personel Satpolairud turut membagikan makanan ringan kepada seluruh anak yang mengikuti kegiatan. Langkah sederhana tersebut menjadi bentuk kedekatan polisi dengan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman positif bagi anak-anak pesisir.
Melalui program Perpustakaan Terapung, Satpolairud Polresta Sorong Kota menunjukkan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Di wilayah pesisir, polisi juga hadir membawa buku, pengetahuan dan ruang belajar, sekaligus menanamkan kesadaran kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga laut.
Kapal patroli yang biasanya menjadi simbol pengamanan perairan itu pun sore tersebut memiliki peran lain: menjadi jembatan pengetahuan bagi anak-anak Pulau Raam.
Kegiatan Perpustakaan Terapung berlangsung aman dan lancar. (*)













