Sorong – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melalui kolaborasi lintas program studi turut berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi dan Sosialisasi Kebencanaan Longsor Berbasis Komunitas untuk Penguatan Kelembagaan Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Asbaken.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Asbaken, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, sebagai upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi resiko bencana longsor.
Kegiatan tersebut melibatkan Dosen Program Studi Teknik Sipil, Program Studi Kehutanan, serta Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah Sorong. Dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, kegiatan melibatkan Rokhman sebagai Ketua, Ihsan Febriadi S. sebagai anggota, dan La Ibal sebagai anggota.
Ketiganya turut mendukung pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kompetensi masing-masing, khususnya dalam aspek perencanaan wilayah, pemetaan risiko, mitigasi bencana, dan penguatan kapasitas masyarakat.
Selain melibatkan dosen, kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong dari program studi terkait yang berperan dalam mendukung kegiatan survei, dokumentasi, pengumpulan data, serta pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman pembelajaran langsung melalui kegiatan pengabdian berbasis masyarakat.
Kegiatan menyasar Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Asbaken sebagai mitra utama dengan melibatkan 25 anggota komunitas dan 30 peserta masyarakat.
Rangkaian kegiatan mencakup sosialisasi dan edukasi kebencanaan, pelatihan mitigasi non-struktural, pemetaan risiko longsor secara partisipatif, konservasi vegetasi lereng, penandaan jalur evakuasi, serta penguatan kelembagaan komunitas.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat yang signifikan setelah mengikuti rangkaian edukasi dan pelatihan kebencanaan. Peserta menunjukkan pemahaman yang jauh lebih baik mengenai penyebab dan tanda awal longsor, teknik konservasi vegetasi lereng, serta prosedur evakuasi dan tanggap darurat.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana longsor.
Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan akan menghasilkan sejumlah luaran nyata, antara peta resiko longsor partisipatif, jalur evakuasi, titik kumpul aman, peralatan dasar penanggulangan bencana, penanaman vegetasi berakar dalam pada lereng kritis, serta struktur organisasi dan SOP motigasi bencana bagi Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Asbaken.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim.
Implementasi kegiatan melalui penguatan kapasitas masyarakat, mitigasi risiko bencana, konservasi lingkungan, dan peningkatan ketahanan komunitas menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.
Kegiatan PKM ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia melalui skema pemberdayaan kemitraan masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026 dengan Nomor Kontrak: 217/C3/D T.05.00/PM/2026; 427/DST/LL14/AL.04.03/2026; dan 073/KTK/II.3.A U/K/2026.
Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan, Lembaga Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Sorong atas dukungan administratif, serta Pemerintah Kampung Asbaken dan Distrik Makbon. Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Bapak Wempi Salamala selaku pimpinan motra sasaran KLA Alas dan seluruh anggota Komunitas Peduli Lingkungan Kampung Asbaken atas partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Apresiasi juga diberikan kepada empat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong yang telah berkontribusi dalam survei, dokumentasi, dan pengumpulan data di lapangan, sehingga kegiatan pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik.
Keterlibatan lintas disiplin antara Teknik Sipil, Kehutanan, dan Perencanaan Wilayah dan Kota menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Sorong dalam menghadirkan pengabdian yang berbasis keilmuan sekaligus menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam membangun ketangguhan masyarakat dan lingkungan terhadap resiko bencana di wilayah Papua Barat Daya. (*)













