Berita  

Kapendam Kasuari: Luka 3 Warga Sipil di Maybrat Bukan Luka Tembak, Tapi Akibat Senjata Tajam

SORONG — Keprihatinan mendalam disampaikan Komando Distrik Militer XIII/Kasuari atas peristiwa kekerasan yang menimpa tiga warga di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Kamis (13/8/2026). Peristiwa ini langsung memicu keresahan masyarakat, namun pihak TNI memberikan klarifikasi penting sekaligus fakta hasil penyelidikan awal.

Kapendam XIII/Kasuari Kolonel Inf Daniel Panusuan Manalu menyampaikan pernyataan resmi, yang menegaskan sejumlah poin krusial.

“Pertama-tama, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa tindak kekerasan oleh Orang Tak Dikenal yang mengakibatkan tiga warga masyarakat mengalami luka-luka pada tanggal 13 Agustus 2026 di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat,” ungkap Kapendam melalui keterangan pers yang diterima media ini, Minggu (16/8/2026).

Menututnya, berdasarkan hasil analisis sementara, luka yang diderita ketiga korban bukan luka tembak.

Poin paling penting yang diungkapkan Kapendam adalah hasil pemeriksaan medis awal terhadap ketiga korban. Yakni:

– Luka ketiga korban BUKAN akibat senjata api/peluru

– Kuat dugaan akibat senjata tajam

– Dipastikan: TIDAK ADA pasukan TNI yang melaksanakan operasi di sekitar wilayah Ainod saat kejadian

Lanjut Kapendam, pihak TNI juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim medis dan aparat keamanan yang bergerak cepat menolong para korban. Ketiga warga yang menjadi korban kini sudah dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Selebesolu Sorong untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Kapendam juga menegaskan, TNI mengutuk keras tindakan kekerasan yang menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

“Bagi kami, keselamatan masyarakat merupakan hal yang utama dan kami tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi, karena telah menimbulkan rasa takut maupun keresahan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Penyelidikan saat ini, katanya, terus dilakukan secara menyeluruh dan mendalam untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. Namun, pihaknya mengingatkan agar tidak mengambil kesimpulan secara terburu-buru sebelum fakta terverifikasi.

Kolonel Daniel juga mengajak seluruh masyarakat Maybrat dan Papua Barat Daya untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi, menyaring informasi, tidak menyebarkan berita belum jelas dan bersama-sama menjaga kondusifitas wilayah.

“TNI dan Polri bersama aparatur pemerintah daerah Papua Barat Daya akan terus berupaya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setiap perkembangan penting dari hasil penyelidikan akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik setelah informasi tersebut benar-benar terverifikasi,” tegasnya.

Pihaknya berharap seluruh elemen masyarakat dan media dapat bekerja sama menjaga Maybrat tetap aman, damai, dan kondusif. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *