SORONG — Di momen bersejarah HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya bersama BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan hadiah perlindungan sosial yang luar biasa bagi masyarakat.
Gubernur Elisa Kambu secara resmi menyerahkan santunan kepada keluarga peserta BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus mengungkapkan komitmen besar untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur Elisa Kambu menyampaikan bahwa tahun ini, total 77.500 kepala keluarga di Provinsi Papua Barat Daya telah mendapatkan jaminan perlindungan. Program ini secara khusus menyasar kelompok tenaga kerja rentan seperti para hamba Tuhan, nelayan, hingga petani, golongan yang selama ini sering terlewat dari jangkauan perlindungan sosial.

“Ini untuk tenaga kerja rentan. Para hamba Tuhan, para nelayan, petani. Kita harap ke depan kalau kita punya uang cukup, semua masyarakat kita jaminkan begitu. Sehingga kalau meninggal jangan bikin sibuk lagi yang lain-lain begitu,” ujar Gubernur Elisa dengan tulus.
Nilai perlindungan yang diberikan sangat besar berupa santunan meninggal dunia sebesar Rp 42 juta per keluarga dan santunan pendidikan sebesar Rp 100 juta hingga Rp200 juta (bervariasi sesuai jenjang).
Lanjut Elisa, total penyaluran 2–3 tahun terakhir sebesar Rp15 Miliar. Dengan rincian mulai Bulan Januari–Agustus 2026, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya telah menyalurkan Rp 3,9 miliar.

“Hari ini langsung diserahkan untuk 10 kepala keluarga. Harapan besar, semua masyarakat terlindungi,” imbuhnya.
Bagi Gubernur Elisa, program ini bukan sekadar kado kemerdekaan, melainkan wujud nyata kehadiran negara bagi rakyatnya. Ia berharap di masa mendatang, dengan anggaran yang memadai, seluruh masyarakat Papua Barat Daya dapat terjamin. Sehingga saat musibah datang, keluarga yang ditinggalkan tidak lagi terbebani secara finansial.
“Kalau kita punya uang cukup, semua masyarakat kita jaminkan. Sehingga kalau meninggal, jangan bikin sibuk lagi yang lain-lain begitu,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata: kemerdekaan bukan hanya soal bendera berkibar, tapi juga soal kehadiran negara yang melindungi setiap warganya, dari yang paling jauh hingga yang paling rentan.













