Berita  

UKIT Siap Hadir di PBD, Buka Peluang Emas Pendidikan Tinggi bagi Putra-Putri Papua

Sorong – Harapan masyarakat Papua untuk memiliki lebih banyak akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas segera terwujud. Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur menggagas pendirian Universitas Kristen Indonesia Timur (UKIT) di Papua Barat Daya, sebagai jawaban atas masih minimnya pemerataan perguruan tinggi di Tanah Papua.

Pengurus Harian Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur Dr. Inge Gunawan mengatakan, pendirian UKIT berangkat dari keprihatinannya terhadap ketimpangan distribusi perguruan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, wilayah Papua masih sangat membutuhkan institusi pendidikan tinggi, sementara di Pulau Jawa jumlahnya sudah jauh lebih banyak.

“Inilah kesempatan emas bagi putra-putri Papua. Saat ini pendirian perguruan tinggi berbasis akademik seperti universitas, institut dan sekolah tinggi masih dimoratorium di sebagian besar wilayah Indonesia. Namun, Papua menjadi pengecualian. Kesempatan ini harus dimanfaatkan untuk membangun sumber daya manusia Papua melalui pendidikan,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Pengurus Harian Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur Dr. Inge Gunawan, foto: Yanti/BalleoNews

Berbekal pengalaman lebih dari 25 tahun di dunia pendidikan tinggi dan berbagai diskusi dengan Komisi X DPR RI, Inge menilai pendidikan tetap menjadi instrumen paling kuat dalam mengubah masa depan bangsa.

Ia mengaku, memberikan dukungan penuh kepada Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur agar Universitas Kristen Indonesia Timur dapat segera berdiri di Papua Barat Daya.

Menurut Inge, pemilihan Papua Barat Daya bukan tanpa alasan. Selain menjadi gerbang masuk menuju Tanah Papua, wilayah ini dinilai strategis sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi.

“Sorong adalah pintu masuk ke Tanah Papua. Universitas ini nantinya bisa dibangun di Kota Sorong, Kabupaten Sorong, maupun kabupaten lainnya di Papua Barat Daya. Yang terpenting, inisiatif ini lahir dari putra-putri asli Papua untuk membangun Papua dan Indonesia,” katanya.

Pada tahap awal, UKIT akan membuka lima program studi jenjang sarjana (S1). Kampus tersebut juga akan menghadirkan dua fakultas, yakni Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Bisnis dan Industri Kreatif.

Inge menegaskan, UKIT tidak hanya berorientasi menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Menurutnya, salah satu tantangan pendidikan tinggi saat ini adalah masih adanya kesenjangan antara dunia kampus dengan dunia industri. Karena itu, UKIT akan menerapkan kurikulum berbasis experiential learning, di mana mahasiswa sudah terlibat langsung dalam dunia industri sejak masih menempuh pendidikan.

“Kami ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki knowledge dan skill, tetapi juga siap bekerja. Bahkan harapannya, mahasiswa sudah memiliki peluang kerja sejak masih berada di bangku kuliah,” jelasnya.

Saat ini, yayasan tengah mempersiapkan seluruh proses perizinan pendirian universitas. Targetnya, Surat Keputusan (SK) izin operasional UKIT dapat diterbitkan pada awal tahun 2027 melalui kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta LLDIKTI Wilayah XIV Papua.

Sementara itu, Ketua Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur Agustinus Jitmau menegaskan, pendidikan merupakan media paling efektif untuk mengubah nasib suatu bangsa.

Ketua Yayasan Cahaya Papua Indonesia Timur Agustinus Jitmau, foto: Yanti/BalleoNews

Menurutnya, pendirian Universitas Kristen Indonesia Timur merupakan respons atas besarnya kebutuhan masyarakat Papua terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas dan mudah dijangkau.

“Kami berharap kehadiran Universitas Kristen Indonesia Timur dapat melahirkan generasi muda Papua yang unggul, berdaya saing, serta mampu menjadi motor penggerak pembangunan di Tanah Papua,” ujar Agustinus.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *