Berita  

Perpustakaan Terapung Polresta Sorong Kota Hadir di Pulau Raam, 60 Anak Belajar dan Bermain Sambil Menimba Ilmu

SORONG, Balleo News – Di tengah kehidupan masyarakat pesisir yang dikelilingi laut, sebuah kapal membawa harapan baru bagi anak-anak Pulau Raam. Bukan sekadar berlayar, kapal itu datang membawa buku, pengetahuan, dan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar serta merajut mimpi tentang masa depan.

Suasana Dermaga Pulau Raam, Kelurahan Raam, Distrik Sorong Kepulauan, Kamis (15/10/2026) sore, terasa berbeda. Sekitar 60 anak berkumpul mengikuti program Polisi Peduli Pendidikan melalui Perpustakaan Terapung yang digagas Polresta Sorong Kota melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud).

Selama dua jam, mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIT, dermaga yang biasanya menjadi tempat aktivitas masyarakat pesisir itu berubah menjadi ruang belajar yang penuh keceriaan. Anak-anak membaca buku, belajar mengenal huruf dan angka, berlatih berhitung, mengenal berbagai jenis ikan, hingga mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan mewarnai.

Bagi mereka, sore itu bukan sekadar kesempatan bermain. Ada pengalaman baru, pengetahuan yang bertambah, dan perhatian yang membuat mereka merasa bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang penting untuk diperjuangkan bersama.

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle mewakili Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol Amry Siahaan. Turut hadir Kabag Ops Kompol Muhammad Nurul Yaqin, sejumlah pejabat utama Polresta, serta personel Satpolairud.

Di atas kapal Perpustakaan Terapung, anak-anak mendapat kesempatan memilih dan membaca berbagai bahan bacaan yang tersedia. Personel kepolisian mendampingi mereka, membantu mengeja kata demi kata, mengenal angka, serta memberikan bimbingan belajar dengan pendekatan yang menyenangkan.

Tidak ada suasana belajar yang kaku. Anak-anak diajak berinteraksi, bertanya, dan mencoba hal-hal baru sesuai kemampuan mereka.

Melalui pengenalan jenis-jenis ikan, mereka juga diajak mengenal kekayaan laut yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Pulau Raam.

Laut yang setiap hari mereka lihat bukan hanya tempat perahu berlabuh atau nelayan mencari nafkah. Laut juga menyimpan pengetahuan yang dapat dipelajari, dipahami, dan dijaga untuk masa depan.

Di sela-sela kegiatan, personel Polri memberikan motivasi agar anak-anak terus bersemangat menuntut ilmu. Sebab, di mana pun mereka tinggal, baik di perkotaan maupun di pulau-pulau kecil, setiap anak memiliki hak untuk belajar dan mengembangkan potensi dirinya.

Wakapolresta Sorong Kota AKBP Gleen Rooi Molle mengatakan, program Perpustakaan Terapung merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap perkembangan pendidikan generasi muda, khususnya anak-anak yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Melalui Perpustakaan Terapung, kami ingin mendekatkan akses bacaan kepada anak-anak, menumbuhkan budaya literasi sejak dini, serta mendorong mereka menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujar Gleen.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk masa depan generasi muda. Karena itu, upaya menumbuhkan minat baca dan semangat belajar perlu dilakukan melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Kehadiran Perpustakaan Terapung menjadi salah satu cara untuk membawa kegiatan edukatif lebih dekat kepada masyarakat kepulauan.

Kegiatan di Pulau Raam tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan berhitung. Anak-anak juga mendapat pembekalan mengenai pentingnya membangun pergaulan yang sehat dan saling menghormati.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Ipda Eka, memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan atau *bullying*.

Anak-anak diajak memahami bahwa mengejek, merendahkan, menyakiti, atau mempermalukan teman bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan. Sebaliknya, mereka didorong untuk saling menghargai, menjaga pertemanan, serta berani menyampaikan kepada orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami atau mengetahui tindakan perundungan.

Pesan itu menjadi bagian penting dari pendidikan karakter yang diberikan sejak dini. Anak-anak tidak hanya diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian, keberanian, dan rasa hormat terhadap sesama.

Dengan pendekatan yang humanis, polisi berusaha membangun pemahaman bahwa menciptakan lingkungan yang aman bagi anak merupakan tanggung jawab bersama.

Kehadiran Perpustakaan Terapung mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Salah satu tokoh perempuan Pulau Raam, Ibu Wa Nabu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polresta Sorong Kota atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di wilayah kepulauan tersebut.

Baginya, kegiatan seperti ini memiliki arti penting karena menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak untuk terus mengembangkan diri.

Ia berharap program Perpustakaan Terapung tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak anak di pulau-pulau lainnya.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap pendidikan anak-anak pesisir perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, keluarga, dan masyarakat.

Sebab, masa depan anak-anak di wilayah kepulauan sama berharganya dengan masa depan anak-anak di pusat kota. Mereka juga memiliki mimpi, keinginan untuk maju, serta potensi yang perlu diberi ruang untuk tumbuh.

Program Perpustakaan Terapung menjadi bagian dari implementasi semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, yakni membangun kedekatan melalui kegiatan edukatif, humanis, dan bermanfaat bagi kehidupan warga.

Melalui program tersebut, kehadiran polisi tidak hanya dirasakan dalam penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui pendampingan pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda.

Polresta Sorong Kota menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan dan menjalin kemitraan dengan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan kepulauan.

Di Pulau Raam, buku-buku yang dibaca anak-anak sore itu mungkin hanya menjadi awal dari perjalanan panjang mereka. Namun, dari halaman demi halaman yang dibuka, huruf yang mulai dikenali, dan angka yang perlahan dipahami, tumbuh kesempatan untuk melihat dunia lebih luas.

Karena terkadang, untuk menumbuhkan mimpi seorang anak, yang dibutuhkan bukan sesuatu yang megah. Cukup sebuah buku, seseorang yang bersedia mendampingi, dan keyakinan bahwa setiap anak berhak memiliki masa depan yang lebih baik.

Untuk pelayanan dan bantuan kepolisian, masyarakat juga dapat menghubungi Layanan Polisi 110 yang tersedia secara gratis selama 24 jam. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *