SORONG — PT Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim menggelar sharing session bersama Direktur SDM Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa dan Presiden FSPPB, Arie Gumilar, yang dirangkaikan dengan peresmian Ruang Serikat Pekerja Kawasan Timur Indonesia di Gedung Serba Guna PT Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim, 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi, kolaborasi, serta hubungan industrial di wilayah operasi timur Indonesia, khususnya di lingkungan Kilang Kasim yang memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi energi nasional.
Suasana sharing session berlangsung hangat dan penuh interaksi. Para pekerja, manajemen, hingga jajaran direksi terlibat dalam diskusi terbuka yang membahas berbagai pandangan, aspirasi, serta tantangan yang dihadapi dalam mendukung operasional perusahaan di kawasan timur Indonesia.
Direktur SDM Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, Dewi Kurnia Salwa menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen membuka ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif bagi seluruh pekerja, terutama terkait isu sumber daya manusia.
“Perusahaan berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang sehat dan konstruktif bagi seluruh pekerja. Kami ingin memastikan setiap aspirasi, tantangan, maupun masukan terkait sumber daya manusia dapat disampaikan dan didiskusikan secara terbuka demi menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ujarnya.
Menurutnya, dialog langsung antara manajemen dan pekerja menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan industrial yang harmonis.
“Dialog seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara manajemen dan pekerja. Pertamina percaya bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh bisnis, tetapi juga oleh bagaimana perusahaan hadir dan mendengarkan kebutuhan para pekerjanya,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden FSPPB Arie Gumilar memberikan apresiasi kepada para pekerja Kilang Kasim yang dinilai tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjalankan operasional energi nasional di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Para pekerja di Kilang Kasim menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjalankan tugas di wilayah 3T. Tantangan geografis dan operasional tidak mengurangi semangat mereka untuk terus menjaga keberlangsungan energi nasional di kawasan timur Indonesia,” ungkapnya.
Ia menilai pekerja di wilayah operasi timur memiliki peran vital dalam menopang ketahanan energi nasional.
“Pekerja di daerah operasi seperti Kasim adalah garda terdepan ketahanan energi nasional. Apa yang mereka lakukan setiap hari patut diapresiasi karena kontribusinya sangat besar dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses energi secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan peresmian Ruang Serikat Pekerja Kawasan Timur Indonesia yang menjadi simbol penguatan wadah komunikasi, kolaborasi, dan advokasi bagi para pekerja di wilayah operasi timur Indonesia.
Keberadaan ruang baru ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara manajemen, serikat pekerja, dan seluruh Perwira Pertamina, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan serta pelayanan energi bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. (*)













