Berita  

Kota Sorong Jadi Tuan Rumah Gerakan Nasional TB, Pemerintah Pusat Turun Langsung ke PBD

Kota Sorong kembali mencuri perhatian nasional. Pemerintah pusat dijadwalkan menggelar kegiatan besar bertajuk Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberkulosis Berbasis Komunitas melalui higiene sanitasi dan akselerasi quality control di SPPG dalam Program Makanan Bergizi Gratis pada 29–30 Mei 2026 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth Lobat mengatakan, Pemerintah Kota Sorong mulai mematangkan berbagai persiapan melalui rapat koordinasi internal yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah.

“Ini merupakan kegiatan nasional yang dipusatkan di Kota Sorong dan akan dihadiri seluruh kepala daerah se-Tanah Papua bersama kementerian dan lembaga dari pusat,” ujarnya usai Rapat Koordinasi yang berlangsung di Ruang Anggrek, Kantor Walikota Sorong, Jumat (15/5/2026).

Menurut Jemima, sejumlah kementerian yang dipastikan hadir diantaranya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Badan Gizi Nasional, Bappenas, hingga Kementerian Lingkungan Hidup. Kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi nasional seperti HAKLI dan AKOPSI.

Katanya, tak sekadar deklarasi, agenda nasional ini juga akan diisi dengan kunjungan lapangan ke sejumlah titik strategis di Kota Sorong. Salah satunya peninjauan rumah sakit eks-Covid milik Pemerintah Kota Sorong di Kampung Baru yang dipersiapkan menjadi lokasi pembangunan laboratorium kesehatan masyarakat.

Selain itu, rombongan kementerian bersama Wakil Menteri Kesehatan juga dijadwalkan mengunjungi Puskesmas Sorong serta rumah warga yang pernah menjadi pasien tuberkulosis dan kini berhasil sembuh setelah mendapatkan pendampingan dan pengobatan intensif.

“Pemerintah pusat ingin melihat langsung bagaimana penanganan pasien TB di Kota Sorong bisa berhasil melampaui target nasional,” kata Jemima.

Tak hanya fokus pada kesehatan masyarakat, kegiatan ini juga akan menghadirkan pelatihan besar-besaran bagi penyedia makanan bergizi gratis di Kota Sorong. Sebanyak 17 dapur penyedia makanan bergizi akan dilibatkan dalam pelatihan quality control dan higiene sanitasi yang menghadirkan narasumber langsung dari kementerian terkait.

Pengelola hotel, restoran, rumah makan, kader TB, hingga kader gizi juga akan dilibatkan. Jumlah peserta diperkirakan mencapai lebih dari 400 orang.

Menurut Jemima, dipilihnya Kota Sorong sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Karena pemerintah pusat menilai Kota Sorong berhasil menunjukkan capaian luar biasa, dalam penanganan tuberkulosis. Jika target nasional penemuan kasus TB berada di angka 90 persen, Kota Sorong berhasil menembus angka 95 persen.

Keberhasilan itu membuat pemerintah pusat tertarik mempelajari strategi penanganan TB yang diterapkan di Kota Sorong, termasuk sistem pendampingan pasien hingga dinyatakan sembuh.

“Karena itu kami juga menyiapkan pasien-pasien yang telah berhasil sembuh sebagai contoh keberhasilan program penanganan TB di Kota Sorong,” tutup Jemima.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *