SORONG – Upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke lingkungan permukiman terus dilakukan Pemerintah Kota Sorong. Wali Kota Sorong Septinus Lobat bersama Ketua TP Posyandu Kota Sorong Jemima Elisabeth, meresmikan Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi di Kelurahan Malasilen, Distrik Sorong Utara, Kamis (22/10/2026).
Peresmian dua posyandu tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama bagi bayi, balita, ibu hamil, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Sorong Septinus Lobat menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu fondasi penting untuk mewujudkan visi besar Papua Cerdas, Papua Sehat dan Papua Produktif.
Menurutnya, masa depan Kota Sorong dan Papua Barat Daya sangat ditentukan oleh kualitas generasi yang dipersiapkan sejak usia dini. Karena itu, keberadaan posyandu tidak boleh dipandang sekadar sebagai tempat penimbangan bayi atau pelayanan kesehatan rutin, tetapi juga sebagai ruang penting untuk membangun kualitas sumber daya manusia.

“Anak-anak inilah yang akan meneruskan tongkat estafet. Kecerdasan mereka mulai dibentuk sejak bayi, salah satunya melalui asupan gizi dan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh kader posyandu bersama tenaga kesehatan,” ujar Septinus.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Sorong telah menjalankan program pendidikan gratis bagi sekitar 32.000 siswa setiap tahun. Namun, menurutnya, upaya mencerdaskan generasi muda tidak cukup hanya dengan membuka akses pendidikan. Kesehatan, pemenuhan gizi, dan tumbuh kembang anak juga harus menjadi perhatian bersama.
Septinus menegaskan, pendidikan gratis merupakan upaya agar seluruh anak, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu, memperoleh kesempatan bersekolah.
“Sekolah gratis bukan berarti otomatis menjamin kecerdasan. Kita ingin semua anak terjangkau pendidikan. Karena itu, kesehatan dan pemenuhan gizi sejak bayi juga harus kita bangun,” tegasnya.
Ia berharap Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sekaligus menjadi tempat bagi para orang tua untuk mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan bagi anak-anak mereka.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Sorong, Jemima Elisabeth, mengungkapkan bahwa Kota Sorong saat ini memiliki 120 posyandu dengan dukungan sekitar 1.200 kader yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 87 posyandu telah melaksanakan pelayanan berbasis siklus hidup, yakni pelayanan yang mencakup seluruh tahapan kehidupan, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
Namun, penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) masih perlu diperkuat. Jemima menyebutkan, sejauh ini baru empat posyandu yang telah melaksanakan enam SPM.
Karena itu, Tim Pembina Posyandu Kota Sorong akan terus melakukan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan agar pelayanan posyandu semakin berkualitas dan tidak hanya bergantung pada Dinas Kesehatan.
“Sekarang posyandu bukan hanya dilayani oleh Dinas Kesehatan. Ada enam perangkat daerah yang terlibat, yaitu Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Kesbangpol, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat,” jelas Jemima.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor tersebut penting agar posyandu dapat memberikan pelayanan yang lebih menyeluruh sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa jumlah sasaran pelayanan kesehatan di wilayah tersebut cukup besar, dengan 297 bayi, 3.054 balita, dan 623 ibu hamil.
Angka tersebut, kata Jemima, menunjukkan pentingnya keberadaan posyandu sebagai wadah pelayanan yang mudah dijangkau masyarakat, khususnya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Jemima mengajak seluruh kader dan masyarakat, untuk menjaga keberlangsungan pelayanan posyandu yang dilaksanakan setiap bulan. Menurutnya, keberhasilan posyandu tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia memastikan Tim Pembina Posyandu Kota Sorong terbuka terhadap aspirasi maupun permohonan dukungan dari posyandu yang membutuhkan bantuan. Permohonan tersebut dapat disampaikan secara tertulis untuk selanjutnya ditindaklanjuti melalui perencanaan dan pendampingan sesuai kebutuhan.

“Kami ingin memastikan bahwa meskipun masyarakat tinggal di wilayah yang jauh, mereka tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan. Melalui posyandu, kami berupaya hadir untuk bayi, balita, dan ibu hamil,” ujarnya.
Jemima juga mengingatkan, agar bantuan dan fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan serta dirawat dengan baik demi kepentingan bersama.
Ia menilai posyandu merupakan wadah yang sangat dekat dengan masyarakat karena dibangun berdasarkan semangat dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.
Selain menyoroti pelayanan kesehatan, Septinus Lobat turut merespons aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, termasuk kebutuhan penyelesaian pembangunan jembatan di wilayah Malasilen.
Ia meminta agar aspirasi tersebut segera disampaikan melalui surat resmi sehingga dapat ditindaklanjuti dan diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan daerah.
Septinus berharap pembangunan jembatan tersebut dapat direalisasikan pada 2027, dengan proses pengusulan dilakukan sebelum penyusunan APBD induk 2027.

Menurutnya, pembangunan daerah harus diwujudkan melalui kerja nyata dan tindak lanjut atas kebutuhan masyarakat, bukan sekadar janji atau pidato.
“Lapangan adalah tempat kerja. Kita tidak bisa hanya berbicara, tetapi harus ada penerapan dari apa yang kita rencanakan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat distrik, kelurahan, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat agar berbagai persoalan dapat ditangani secara bersama-sama.
Kegiatan peresmian tersebut turut diisi dengan pelayanan kesehatan gratis oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Malanu bagi warga setempat. Pelayanan ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan yang lebih dekat dan mudah.
Menutup arahannya, Septinus mengingatkan bahwa masa depan Kota Sorong dan Papua Barat Daya merupakan tanggung jawab bersama, yang harus dimulai melalui perhatian terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan hadirnya Posyandu Teratai dan Posyandu Srikandi, pemerintah berharap pelayanan kesehatan ibu dan anak semakin mudah dijangkau serta mampu mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif.













