SORONG – Di tengah perannya sebagai objek vital nasional yang menopang ketahanan energi di wilayah timur Indonesia, Kilang RU VII Kasim terus menunjukkan komitmennya bahwa pengembangan industri dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Melalui berbagai program konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati, Kilang Kasim menegaskan perannya dalam menjaga kekayaan alam Papua yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan biodiversitas tertinggi di dunia.
Papua menjadi rumah bagi ribuan spesies flora dan fauna endemik yang memiliki nilai ekologis tinggi dan perlu dijaga keberlangsungannya. Menyadari pentingnya warisan alam tersebut, Kilang Kasim mengimplementasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dengan menjaga keseimbangan antara ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan.
Komitmen itu sejalan dengan tema global “Harmony with Nature and Sustainable Development” serta “Be Part of the Plan”, yang mendorong kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.
Sebagai bentuk nyata implementasi di lapangan, Kilang Kasim secara konsisten menjalankan berbagai program perlindungan keanekaragaman hayati. Salah satunya melalui program konservasi rusa endemik Papua serta aksi penanaman ribuan bibit pohon di kawasan penyangga kilang guna meningkatkan cadangan serapan karbon dan mendukung pemulihan ekosistem.
Seluruh upaya tersebut dijalankan secara kolaboratif bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat agar program perlindungan lingkungan berjalan terukur, berkelanjutan, serta memberikan perlindungan nyata terhadap habitat satwa yang dilindungi.
Area Manager HSSE RU VII Kasim Armen mengatakan, komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan juga dibuktikan melalui capaian PROPER Hijau (Beyond Compliance) yang diraih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2025.

“Program ini menunjukkan bahwa operasional kilang dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian ekosistem. Menjaga keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab bersama untuk masa depan yang berkelanjutan,” ujar Armen.
Menurutnya, komitmen tersebut diwujudkan melalui tiga pilar utama perusahaan, yakni operasi ramah lingkungan, pelestarian habitat flora dan fauna endemik Papua, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sebagai salah satu objek vital nasional di kawasan timur Indonesia, Kilang RU VII Kasim juga terus membangun sinergi dengan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan, laut, dan kekayaan hayati Papua.
Armen menegaskan, upaya pelestarian lingkungan bukan sekadar program sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan.
“Kami memastikan bahwa setiap inovasi dan keandalan energi yang kami hadirkan di ujung timur Indonesia ini selalu diiringi dengan jejak hijau yang positif. Keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal adalah kunci utama agar kekayaan alam Papua tetap lestari dan menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.
Melalui semangat “Energi Kita, Lestari Alam Kita, Masa Depan Kita,” Kilang Kasim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga serta memanfaatkan kekayaan hayati Papua secara bijak demi keberlanjutan generasi mendatang. (*)













