Berita  

Peringati Isra Mi’raj, Wagub Papua Barat Daya Ajak Tingkatkan Iman dan Tegakkan Shalat

SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menggelar pengajian sekaligus peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Hidayah Km 12, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (14/1/2026).

Peringatan Isra Mi’raj ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau dalam tausiahnya menyampaikan, Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah Islam. Pasalnya, pada peristiwa inilah perintah shalat lima waktu diturunkan secara langsung kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kewajiban utama umat Islam.

“Isra Mi’raj adalah peristiwa agung yang sarat dengan hikmah. Melalui peristiwa ini, Allah SWT menunjukkan kebesaran dan kekuasaan-Nya, sekaligus menegaskan pentingnya shalat sebagai tiang agama,” ujar Ahmad Nausrau.

Dijelaskannya, Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak sekitar 1.500 kilometer.

Sementara Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha, suatu tempat yang tidak dapat dijangkau oleh panca indera manusia. Kedua perjalanan luar biasa tersebut ditempuh dalam satu malam atas kehendak Allah SWT.

Menurut Wakil Gubernur, peristiwa Isra Mi’raj mengandung banyak hikmah yang patut dipahami dan diamalkan umat Islam. Salah satunya adalah tingginya derajat kehambaan di sisi Allah SWT. Dalam Surah Al-Isra ayat 1, Nabi Muhammad SAW disebut sebagai “abdun” atau hamba, yang menunjukkan bahwa kehambaan sejati akan mengangkat derajat seseorang di hadapan Allah.

Lanjut Wagub, hikmah lainnya adalah pembekalan dakwah yang tangguh. Sebelum Isra Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menghadapi ujian berat dengan wafatnya orang-orang terdekat serta meningkatnya penindasan kaum Quraisy.

Melalui peristiwa ini, Allah SWT memantapkan dan menguatkan Rasulullah dalam menjalankan misi dakwahnya.

Selain itu, Isra Mi’raj juga mengajarkan keberanian menyampaikan kebenaran meskipun pahit. Nabi Muhammad SAW tetap menyampaikan peristiwa yang dialaminya kepada masyarakat Makkah, meski banyak yang tidak mempercayainya.

Peristiwa ini, sambungnya, juga menegaskan bahwa syariat Nabi Muhammad SAW telah menyempurnakan dan menggantikan syariat nabi-nabi terdahulu, yang ditandai dengan Rasulullah menjadi imam shalat para nabi saat Isra Mi’raj. Keistimewaan Masjidil Aqsa pun ditegaskan sebagai salah satu tempat suci umat Islam yang memiliki keutamaan besar.

Hikmah lainnya adalah penegasan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan sesuai dengan fitrah manusia, sebagaimana simbol pilihan Nabi Muhammad SAW terhadap susu dibandingkan khamr. Selain itu, perintah shalat yang diterima secara langsung tanpa perantara menunjukkan betapa pentingnya ibadah shalat bagi umat Islam.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mengajak seluruh umat Islam untuk mengambil hikmah dari peristiwa agung tersebut sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan akhlak kepada Allah SWT.

“Sebagai umat Islam, kita wajib memahami dan menghayati hikmah Isra Mi’raj agar keimanan dan ketakwaan kita semakin bertambah,” tutup Ahmad Nausrau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *