Berita  

BPD KKSS Kota Sorong Resmi Dilantik, Firman Baco: KKSS Rumah Besar Warga Sulsel

SORONG – Ketua Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Sorong masa bakti 2025–2030, Firman Baco, bersama jajaran pengurus resmi dilantik dan dikukuhkan.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Provinsi Papua Barat Daya, Muhammad Said.

Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung khidmat di Gedung Tongkonan Toraja, Jalan Malibela, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (10/1/2026).

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau, Penjabat Sekda PBD Yakob Kareth, Wali Kota Sorong Septinus Lobat, Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim, unsur Forkopimda, pimpinan TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga KKSS dan undangan lainnya.

Ketua BPD KKSS Kota Sorong Firman Baco menyampaikan rasa terima kasih, atas kepercayaan dan amanah besar yang diberikan kepadanya bersama seluruh pengurus untuk memimpin organisasi KKSS di Kota Sorong. Ia mengakui, mengelola organisasi besar seperti KKSS bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu, Firman Baco memohon dukungan dari seluruh keluarga besar KKSS, para sesepuh, serta warga Sulawesi Selatan agar bersama-sama menjaga dan mengembangkan KKSS, khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat Daya.

“Kehadiran KKSS menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi sesama warga Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dengan menjunjung tinggi prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” ujarnya.

Firman menegaskan, warga KKSS memiliki kewajiban untuk ikut mengisi pembangunan daerah tanpa melupakan tradisi dan nilai budaya. Ia mengajak seluruh warga KKSS untuk hidup berdampingan secara harmonis, menjaga nama baik, serta berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“KKSS adalah rumah besar kita bersama. Ini adalah amanah besar untuk menjaga marwah leluhur kami di tanah rantau. Dengan kerja keras, kebersamaan, dan dukungan seluruh warga KKSS, kami optimistis dapat menjalankan tugas ini dengan baik,” tegasnya.

Ia juga menekankan komitmen KKSS, untuk menghormati masyarakat asli Papua serta mendukung pembangunan Kota Sorong sejalan dengan visi kota yang maju, bersih, hijau, aman, dan sejahtera.

Nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling menghargai) diharapkan menjadi fondasi persatuan.

“Kekuatan kita ada pada persatuan. Tidak boleh ada sekat di antara kita,” tambah Firman.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya Muhammad Said berpesan agar setiap langkah dalam kehidupan dan organisasi selalu didasari dengan kejujuran.

Menurutnya, kejujuran harus menjadi perisai utama dan setiap ucapan wajib diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pengurus BPD KKSS Kota Sorong yang baru dilantik. Ia menegaskan peran strategis KKSS sebagai mitra pemerintah daerah, dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan.

“Amanah ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tidak hanya untuk warga Sulawesi Selatan, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Kota Sorong,” kata Elisa Kambu.

Gubernur menekankan pentingnya prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai pedoman hidup warga perantau di Tanah Papua.

Menurutnya, warga KKSS yang tinggal dan menetap di Sorong merupakan bagian dari masyarakat Papua yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kemajuan daerah.

Ia juga mengapresiasi kontribusi besar warga Sulawesi Selatan dalam pembangunan Kota Sorong dan Papua secara umum.

“Gunakan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki untuk memajukan Papua Barat Daya dan Kota Sorong. Tanah ini adalah rumah kita bersama yang harus dijaga dan dirawat,” pungkasnya.

Rangkaian acara pelantikan berlangsung meriah dengan penampilan tarian adat khas Sulawesi Selatan yang berpadu dengan tarian adat Papua, sebagai simbol persatuan, keberagaman dan keharmonisan budaya di Tanah Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *