Berita  

Wakapolda PBD Bagikan Lele dan Mujair sebagai Takjil untuk Warga Sorong

KOTA SORONG – Cara berbeda dilakukan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya Semmy Ronny Thabaa dalam berbagi kepada masyarakat di bulan suci Ramadan.

Melalui kegiatan “Jumat Berkah Ramadan”, ia membagikan ikan lele dan mujair segar kepada warga yang melintas di sejumlah ruas jalan di Kota Sorong, Jumat (6/3/2026).

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di sepanjang jalan depan Mall Yupiter Sorong hingga kawasan Gota Supermarket tampak berbeda dari biasanya.

Wakapolda Papua Barat Daya bersama sejumlah ajudannya terlihat duduk di bak mobil terbuka sambil membagikan ikan segar kepada pengendara dan pejalan kaki yang melintas.

Dengan mengenakan pakaian sederhana dan topi petani, Semmy menyerahkan satu per satu ikan lele dan mujair kepada warga yang tengah bersiap menyambut azan Magrib.

Tradisi berbagi takjil selama Ramadan biasanya identik dengan kolak, kurma, atau minuman manis. Namun kali ini, Wakapolda memilih cara unik dengan memberikan lauk berbuka berupa ikan hasil panen dari kolam yang berada di halaman rumahnya.

Ribuan ekor ikan lele dan mujair diangkut menggunakan kendaraan bak terbuka kemudian dibagikan langsung kepada masyarakat. Warga yang menerima ikan tersebut dapat mengolahnya menjadi lauk untuk berbuka puasa bersama keluarga di rumah.

Kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremoni formal. Tidak ada panggung maupun spanduk besar. Wakapolda bersama sejumlah personel kepolisian yang mengenakan pakaian sipil turun langsung ke jalan membagikan ikan kepada masyarakat.

Interaksi yang terjadi pun berlangsung singkat, tetapi hangat. Setiap warga yang menerima ikan tampak tersenyum sebelum melanjutkan perjalanan.

Semmy mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

 

“Kami ingin berbagi dengan masyarakat di bulan Ramadan. Biasanya orang membagikan takjil berupa makanan ringan, tetapi kami mencoba memberikan sesuatu yang bisa menjadi lauk berbuka puasa bagi warga,” ujarnya.

Ia menilai, ikan memiliki manfaat yang lebih panjang dibandingkan makanan instan yang langsung habis dikonsumsi. Warga dapat memasaknya menjadi berbagai menu untuk dinikmati bersama keluarga.

Selain menghadirkan variasi dalam tradisi berbagi Ramadan, kegiatan itu juga menjadi cara kepolisian untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Sorong.

Menurut Semmy, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Respons warga muncul secara spontan. Sejumlah pengendara bahkan memperlambat laju kendaraan atau berhenti ketika melihat pembagian ikan di tepi jalan.

Yeni, salah seorang warga Kota Sorong, mengaku terkejut melihat seorang pejabat kepolisian turun langsung ke jalan membagikan ikan segar.

“Ini hal yang baru pertama terjadi, ada seorang pejabat polisi dengan sangat sederhana turun ke jalan berbagi takjil gratis berupa ikan segar. Kami sangat berterima kasih untuk beliau dan anggotanya,” ujarnya.

Bagi sebagian warga, pengalaman menerima ikan sebagai takjil menjadi sesuatu yang tidak biasa dalam tradisi Ramadan di Sorong. Selain membantu kebutuhan dapur, kegiatan tersebut juga membawa pesan sederhana bahwa berbagi dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Program “Jumat Berkah Ramadan” menjadi salah satu agenda sosial yang digelar jajaran Kepolisian Daerah Papua Barat Daya selama bulan suci. Melalui kegiatan itu, kepolisian berupaya menumbuhkan semangat berbagi sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Di tengah kesibukan Kota Sorong menjelang senja, ribuan ikan dari sebuah kolam rumah hari itu berubah menjadi simbol kepedulian sederhana—bahwa berbagi dapat hadir dalam bentuk yang tidak terduga, tetapi terasa dekat bagi warga yang menerimanya. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *