Berita  

Satu Tahun Kepemimpinan, Elisa Kambu Minta Maaf Atas Kebijakan yang Menyakiti

SORONG – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu mengungkapkan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua Barat Daya yang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersyukur dan bersatu membangun daerah.

Elisa Kambu mengakui, beberapa tahun lalu pemerintah provinsi masih mampu memberikan perhatian dan dukungan kepada berbagai pihak, termasuk tim deklarator, tim presidium, tim percepatan, serta para tokoh masyarakat.

“Beberapa tahun lalu semua orang bisa kita beri sentuhan. Waktu Pj Gubernur dua tahun lalu, Bapak Ibu dapat sentuhan karena memang ada uang,” ujarnya dalam Syukuran 1 Tahun Kepemimpinannya, yang berlangsung di Gedung LJ Kompleks Kantor Walikota Sorong, Jumat (20/2/2026).

Ia memaparkan, pada tahun 2023 APBD Papua Barat Daya mencapai Rp 2,9 triliun atau hampir Rp 3 triliun. Namun pada tahun 2024 turun menjadi Rp 1,9 triliun, kemudian kembali turun pada tahun 2025 menjadi Rp 1,4 triliun.
APBD terakhir sempat berada di angka Rp 1,8 triliun, yang menurutnya merupakan sisa anggaran tahun-tahun sebelumnya yang kemudian digabungkan.

Akan tetapi, pada tahun 2026, APBD Papua Barat Daya hanya berada di angka Rp 1 triliun 80 miliar.

“Artinya, kita kehilangan hampir Rp 4 triliun. Kondisi kita hari ini memang tidak seperti yang kita harapkan,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan fiskal tersebut, Gubernur Elisa Kambu mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersyukur dan tidak larut dalam kekecewaan.

“Saya ingin mengajak kita semua wajib mengucap syukur dalam segala hal. Hanya dengan mengucap syukur, Tuhan akan membawa kita keluar dari masalah itu. Tuhan tidak salah menetapkan provinsi ini dan Dia juga tidak pernah terlambat memberikan pertolongan-Nya,” ungkapnya penuh keyakinan.

Ia menegaskan, masa depan Papua Barat Daya harus diyakini akan lebih baik dari hari ini.

“Kita yakin dengan sungguh bahwa besok harus pasti lebih baik dari hari ini. Untuk itu, saya ingin mengajak kita semua yang hari ini kecewa, putus asa, marah, saya ingin katakan dunia belum kiamat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Elisa Kambu bersama Wakil Gubernur Ahmad Nausrau juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, atas berbagai kebijakan yang mungkin belum memenuhi harapan semua pihak selama satu tahun masa kepemimpinan mereka.

“Saya dan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau juga manusia, kami pasti punya kekurangan. Karena kesibukan mungkin tidak bisa menyapa semua, itu bagian dari keterbatasan kami sebagai manusia,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat kebijakan yang menyakiti, membuat tidak nyaman, atau melukai perasaan masyarakat, pihaknya dengan tulus memohon maaf.

“Dari lubuk hati kami yang paling dalam, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.

Menutup pernyataannya, Elisa Kambu mengajak seluruh masyarakat Papua Barat Daya untuk bergandengan tangan, saling mendukung, dan bersama-sama mendayung daerah ini menuju cita-cita bersama.

“Mari kita satukan hati, bergandengan tangan, berjuang bersama untuk memajukan Papua Barat Daya. Kita dayung Papua Barat Daya ini menuju pelabuhan idaman kita bersama, yaitu Papua Barat Daya yang maju, mandiri, sejahtera, aman dan tertib,” pungkasnya.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *