Sorong — Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), Yunus Kopias (65).
Hal tersebut dirasakan langsung oleh seorang peserta yang berprofesi sebagai petani tersebut saat menjalani pengobatan hingga tindakan operasi hernia di Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Oetojo Kota Sorong, Kamis (05/02).
Awalnya, ia memeriksakan kondisi kesehatannya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dirinya terdaftar. Setelah dilakukan pemeriksaan, dirinya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis dan menjalani rawat jalan untuk kontrol rutin.
“Awalnya saya periksa di puskesmas, lalu dirujuk ke rumah sakit untuk bertemu dokter spesialis. Setelah beberapa kali kontrol, dokter menyarankan saya menjalani operasi hernia supaya bisa sembuh,” ungkapnya.
Setelah menjalani operasi, ia harus dirawat selama empat hari di rumah sakit untuk pemulihan kondisi kesehatannya. Selama menjalani perawatan tersebut, ia mengaku seluruh pelayanan berjalan baik dan dirinya tidak mengeluarkan biaya sedikit pun.
“Selama operasi sampai dirawat di rumah sakit, saya tidak pernah diminta membayar biaya apa pun. Obat, perawatan, semuanya ditanggung BPJS Kesehatan,” katanya.
Ia menilai pelayanan yang diberikan rumah sakit cukup baik. Menurutnya, tenaga kesehatan dan petugas rumah sakit memberikan pelayanan yang ramah serta sigap membantu kebutuhan pasien tanpa membedakan peserta JKN dengan pasien lainnya.
“Petugasnya ramah dan cepat membantu kalau kami membutuhkan sesuatu. Saya juga tidak merasa dibedakan walaupun menggunakan BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa operasi hernia yang dijalaninya saat ini merupakan operasi kedua kalinya. Sebelumnya ia pernah menjalani operasi serupa dan seluruh biaya pengobatan juga ditanggung oleh Program JKN. Hingga saat ini dirinya masih rutin menjalani kontrol kesehatan sebagai pasien rawat jalan untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik.
“Saya sangat bersyukur karena biaya pengobatan saya bisa ditanggung. Sebagai petani kecil tentu akan berat kalau harus bayar sendiri,” tuturnya.
Menurutnya, manfaat Program JKN tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh anggota keluarganya. Istri dan anaknya yang juga terdaftar sebagai peserta JKN beberapa kali mendapatkan pelayanan kesehatan, termasuk perawatan di rumah sakit tanpa harus memikirkan biaya.
“Saya berharap program ini terus ada supaya masyarakat kecil seperti kami tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa takut soal biaya,” tutupnya. (*)













