Berita  

Amus Yanto Ijie: Kekhawatiran Soal Alumni Holandia Jayapura Terlalu Berlebihan

SORONG – Ketua Panitia Perayaan Lepas Sambut dan Kongres Pertama Ikatan Alumni Holandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya Amus Yanto Ijie menanggapi sejumlah pernyataan dari tokoh dan pengamat, yang menyoroti pelaksanaan lepas sambut dan Kongres Pertama Alumni Holandia Jayapura di Papua Barat Daya.

Amus menilai, kekhawatiran yang disampaikan sejumlah pihak tersebut terlalu berlebihan dan tidak berdasar.

Ia menegaskan, Ikatan Alumni Holandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya bukanlah organisasi politik, melainkan organisasi kebersamaan yang menghimpun seluruh alumni Kota Studi Holandia Jayapura yang berada di wilayah Papua Barat Daya.

“Kami mau menegaskan bahwa kekhawatiran dari pengamat dan tokoh pemuda itu menurut kami adalah kekhawatiran yang berlebihan. Ikatan Alumni Holandia Jayapura ini bukan organisasi politik, tetapi organisasi kebersamaan alumni,” tegas Amus saat ditemui awak media usai Pelantikan Pengurus GAMKI PBD, yang berlangsung di Hotel Mariat Sorong, Minggu (1/2/2026).

Ia menjelaskan, keberadaan Ikatan Alumni Holandia Jayapura di Papua Barat Daya bukan muncul secara tiba-tiba. Organisasi ini telah ada sejak awal terbentuknya Provinsi Papua Barat Daya, meski baru kali ini melaksanakan kongres resmi.

“Sebelum kongres, ikatan kebatinan kami sudah berjalan melalui media sosial, khususnya grup WhatsApp. Kami juga sudah melaksanakan berbagai kegiatan sosial seperti lepas sambut, bakti sosial bagi lansia, serta pembagian takjil saat bulan Ramadhan,” jelasnya.

Terkait penetapan Elisa Kambu sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Holandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya, Amus menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kongres yang sah, berdasarkan usulan mayoritas peserta kongres yang berasal dari tujuh delegasi, yakni enam delegasi kabupaten/kota dan satu delegasi provinsi.

“Penunjukan Pak Elisa Kambu sebagai Ketua Umum adalah keputusan kongres. Itu diusulkan dan disepakati secara bulat oleh mayoritas peserta kongres. Secara aturan dan konstitusi negara, tidak ada larangan seorang kepala daerah menjadi ketua organisasi alumni,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak contoh pejabat publik yang juga memimpin organisasi alumni, sehingga menurutnya tidak tepat jika hal tersebut dipersoalkan secara berlebihan.

“Yang berhak memprotes keputusan kongres adalah alumni Holandia Jayapura sendiri, bukan pihak diluar alumni. Pendapat boleh saja disampaikan, tetapi keputusan mutlak ada pada kongres dan itu final. Sembilan puluh delapan persen dari 2.500 peserta kongres yang hadir adalah pendukung ESA di pilkada lalu,” tegas Amus.

Amus juga menekankan, kongres tersebut tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis. Ia menyebutkan, mayoritas alumni justru ingin berkolaborasi mendukung pembangunan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru.

“Provinsi ini membutuhkan semua orang dari berbagai profesi. Alumni Holandia Jayapura yang hadir berasal dari berbagai latar belakang dan siap berkontribusi mendukung gubernur membangun Papua Barat Daya. Itulah poin terpenting dari kongres kemarin,” katanya.

Sebagai bentuk keterbukaan, panitia berencana mengundang para pengamat dan tokoh pemuda Papua Barat Daya untuk menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alumni Holandia Jayapura, agar mereka dapat melihat langsung tujuan dan aktivitas organisasi tersebut.

Selain itu, Amus juga mendorong alumni dari kota studi lainnya untuk membentuk ikatan alumni masing-masing di Papua Barat Daya agar dapat berkolaborasi bersama dalam mendukung pembangunan daerah.

“Kami membuka ruang kolaborasi. Alumni dari berbagai kota studi diharapkan membentuk ikatan masing-masing agar bersama-sama membangun Papua Barat Daya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *