KOTA SORONG – Dinas Perdagangan Kota Sorong bersama Dinas Pertanian menggelar kegiatan Pangan Lokal Hasil Produksi Petani dan Peternak Kota Sorong, yang dipusatkan di Toko Pangan Kota Sorong (Topas), Jumat (30/1/2026) pagi.
Kegiatan ini bertujuan memasarkan hasil pertanian dan peternakan petani lokal, sekaligus menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah harga pasar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya memperluas akses pemasaran produk pangan lokal melalui saluran distribusi yang dikelola pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong Elisabeth Sherly Agaki mengatakan, Toko Pangan Kota Sorong telah beroperasi sejak 25 November 2025 dan dibuka untuk umum setiap hari kerja, Senin hingga Jumat.
Toko tersebut menjadi saluran distribusi pangan dengan harga yang dikendalikan agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
“Tujuan utama toko pangan ini adalah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus membantu petani dan UMKM lokal memasarkan produknya,” ujar Elisabeth.
Berdasarkan data transaksi penjualan, sejumlah kebutuhan pokok dijual di bawah harga pasar. Beras kemasan 5 kilogram dijual Rp 80.000, gula pasir Rp 20.000 per kilogram, tepung terigu Rp 11.000 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp 15.500 per liter, serta telur lokal Rp 70.000 per rak. Sementara untuk produk hortikultura lokal, pakcoy dijual Rp 25.000 per setengah kilogram dan Rp 50.000 per kilogram, serta selada Rp 35.000 per kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Sorong Nelwan Edison Hara menjelaskan, produk sayuran dan telur yang dipasarkan merupakan hasil panen petani dan peternak lokal Kota Sorong yang disalurkan langsung ke Toko Pangan melalui kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Kami berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan, sehingga hasil panen petani dan peternak bisa langsung masuk ke tempat penjualan atau toko,” jelas Nelwan.
Menurutnya, pemasaran langsung tersebut dilakukan untuk memperpendek rantai distribusi dan memastikan produk lokal terserap dengan harga yang wajar. Selama ini, petani kerap menghadapi keterbatasan akses pasar sehingga hasil produksi tidak selalu tersalurkan secara optimal.
Pada tahap awal, penyerapan produk juga melibatkan pimpinan OPD, distrik, serta jajaran pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi memperkenalkan dan menstabilkan penjualan produk lokal sebelum jangkauan pasar diperluas ke masyarakat umum secara berkelanjutan.
Sebelumnya, Asisten Bidang Administrasi, Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin menegaskan, penyediaan pangan melalui Toko Pangan merupakan contoh kerja kolaboratif antarperangkat daerah yang harus dijalankan secara konsisten.
“Kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Harus ada koordinasi dan kolaborasi antarinstansi,” tegas Asisten II.
Ia menilai, kolaborasi antara Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian sangat penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung perekonomian lokal.
Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu terus mendorong pola kerja bersama agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Pantauan media ini, Plt Asisten Bidang Administrasi serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di antaranya Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Kepala Dinas Cipta Karya turut membeli produk pangan lokal yang dipasarkan sebagai bentuk dukungan terhadap hasil produksi petani dan peternak lokal.













