Berita  

Pertamina Patra Niaga Apresiasi Aspirasi Masyarakat, Tegaskan Komitmen Transparansi Penyaluran BBM Subsidi di Sorong

Sorong – Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengapresiasi serta menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh masyarakat, termasuk para sopir truk dan elemen aktivis di Kota Sorong.

Aspirasi tersebut dinilai sebagai bagian penting dalam upaya bersama menjaga transparansi dan tata kelola distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran.

Area Manager Communication Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan bahwa Pertamina Patra Niaga sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan BBM bersubsidi berkomitmen penuh menjalankan penugasan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebagai badan usaha yang ditugaskan menyalurkan BBM bersubsidi, Pertamina Patra Niaga berkomitmen menyalurkan BBM secara transparan, sesuai kuota, mekanisme, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh regulator. Seluruh penyaluran juga diupayakan terpantau melalui sistem yang terintegrasi,” jelas Ispiani.

Menanggapi adanya dugaan praktik penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi di wilayah Sorong, Pertamina Patra Niaga menegaskan telah melakukan pengawasan secara ketat pada lingkup yang menjadi tanggung jawab perusahaan, khususnya di lembaga penyalur atau SPBU.

“Apabila terbukti ada kecurangan yang dilakukan oleh SPBU, kami tidak ragu memberikan sanksi tegas sesuai aturan, mulai dari sanksi administratif berupa pembinaan, penghentian suplai, hingga pemutusan kontrak atau penutupan SPBU,” tegasnya.

Ispiani menambahkan, apabila dalam temuan tersebut terdapat indikasi keterlibatan pihak eksternal dan sudah masuk dalam ranah penegakan hukum, Pertamina Patra Niaga siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum dengan memberikan data dan informasi yang dibutuhkan untuk membantu proses pemeriksaan.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga secara rutin melakukan pengawasan dan upaya pencegahan. Pada Sabtu (24/1) dan Minggu (25/1) lalu, telah dilaksanakan inspeksi mendadak (sidak) lintas sektoral bersama Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Dinas Perdagangan.

Dalam sidak tersebut, petugas menemukan tiga unit mobil yang diduga melakukan pelangsiran karena kedapatan membawa jeriken dan menggunakan nomor polisi ganda.

Selain itu, ditemukan dua unit mobil dengan tangki BBM yang dimodifikasi, serta empat unit sepeda motor yang memiliki tangki modifikasi dan lebih dari satu nomor polisi.

“Seluruh temuan yang sudah mengarah pada pelanggaran hukum langsung diamankan oleh aparat. Penindakannya kami serahkan kepada kepolisian dan Dinas Perhubungan. Sementara untuk SPBU, kami terus mengingatkan dan melakukan pemantauan ulang. Jika terbukti terlibat, sanksi sesuai ketentuan siap kami terapkan,” lanjut Ispiani.

Disisi lain, Pertamina Patra Niaga juga memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah Sorong dalam kondisi aman. Koordinasi intensif terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kondisi stok BBM aman dan suplai ke SPBU terus kami monitor setiap hari. Kami juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif dan mengedepankan komunikasi yang konstruktif,” ujarnya.

Pertamina Patra Niaga juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Setiap kebutuhan informasi maupun laporan dugaan penyimpangan dapat disampaikan melalui saluran resmi Pertamina Contact Center 135.

Dengan komitmen tersebut, Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus melakukan evaluasi dan pengawasan berkelanjutan guna memastikan energi bersubsidi benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak serta mencegah terjadinya penyalahgunaan di lapangan. (*)

Editor: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *