Raja Ampat — PT Gag Nikel mengajak puluhan insan pers dan perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengunjungi lokasi tambang di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Jumat (23/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan memberikan gambaran langsung mengenai proses pertambangan sekaligus komitmen perusahaan terhadap pengelolaan lingkungan.
Dalam agenda tersebut, peserta diajak meninjau rangkaian aktivitas operasional tambang, mulai dari proses produksi hingga upaya reklamasi dan revegetasi pada area bekas tambang.

Rombongan juga melihat sistem pengelolaan limbah cair yang dinilai berkelanjutan dan telah mengantarkan perusahaan meraih berbagai penghargaan lingkungan, salah satunya Subroto Award pada 2025.
Corporate Secretary, Legal & External Manager PT Gag Nikel Mustajir menjelaskan, capaian produksi pada 2025 hanya mencapai sekitar 1,8 juta ton akibat penghentian sementara oleh pemerintah, dari target awal 3 juta ton.
“Berdasarkan acuan RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya), tahun 2026 kami menargetkan produksi 4 juta ton. Pengajuan ini didasari perhitungan teknis yang akurat dan kami berharap mendapatkan persetujuan pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu jasa kontraktor telah menyelesaikan masa kontrak dan telah digantikan melalui proses lelang terbuka. Untuk mendukung target produksi ke depan, perusahaan juga melakukan pengembangan organisasi, baik peningkatan kualitas melalui pelatihan maupun potensi penambahan kuantitas sumber daya manusia.
Mustajir berharap tidak ada kendala seperti yang terjadi pada 2025, baik terkait pencabutan izin maupun penolakan masyarakat.

“Kami terbuka untuk dikunjungi dan dinilai oleh semua elemen berwenang. Jika ada yang perlu diperbaiki akan kami benahi, dan hal-hal baik akan terus kami tingkatkan,” tegasnya.
Selain peninjauan operasional, para insan pers dan LSM juga dilibatkan dalam aksi lingkungan berupa penanaman pohon di area reklamasi serta pelepasliaran ratusan penyu di Tuturuga Beach, Kabupaten Sorong.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya.













