Berita  

Gubernur PBD Bangga, Konservasi Hiu Belimbing Perkuat Raja Ampat sebagai Ikon Wisata Dunia

SORONG – Upaya konservasi hiu belimbing di perairan Raja Ampat mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu.

Ia menyebut keberhasilan mendatangkan telur hiu belimbing dari luar negeri hingga menetas di Sorong, sebagai perjuangan panjang yang patut disyukuri dan dibanggakan.

Gubernur Elisa Kambu mengungkapkan, berdasarkan kronologis yang disampaikan, hiu belimbing dulunya memiliki populasi cukup banyak di wilayah perairan Papua Barat Daya khususnya di Raja Ampat.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberadaannya semakin terbatas. Kondisi ini mendorong para pemerhati lingkungan dan komunitas konservasi untuk menggagas program pengembangbiakan hiu belimbing.

“Puji Tuhan, melalui proses yang panjang, kerja keras dan perjuangan yang luar biasa, pada tahun 2022 untuk pertama kalinya telur hiu belimbing berhasil tiba di Sorong,” ujar Elisa Kambu usai melepasliarkan hiu belimbing di Kepulauan Fam dan Pulau Kri, Kabupaten Raja Ampat, Rabu (21/1/2026).

Ia juga mengaku terkesan dan bangga, masih ada putra-putri bangsa yang dengan penuh dedikasi memilih mengabdikan hidupnya untuk menjaga keberlanjutan biota laut, khususnya agar hiu belimbing tetap ada di Indonesia dan secara khusus di perairan Raja Ampat.

Menurutnya, Raja Ampat saat ini telah menjadi destinasi wisata kelas dunia, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Dimana sebagian besar wisatawan datang untuk menyelam dan menikmati keindahan bawah laut.

“Bagi penyelam, ada dua hal utama yang ingin dilihat. Pertama, terumbu karang sebagai tempat hidup ikan. Kedua, keanekaragaman biota laut. Kehadiran hiu belimbing ini tentu memperkaya daya tarik wisata Raja Ampat,” jelasnya.

 

Dengan adanya program konservasi tersebut, kata Elisa, wisatawan kedepan diharapkan dapat menyaksikan langsung hiu-hiu yang hidup alami di perairan Raja Ampat, termasuk hiu belimbing.

Hal ini dinilai semakin mengukuhkan posisi Raja Ampat sebagai destinasi wisata bahari unggulan dunia.

Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan secara pribadi, Elisa Kambu menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam upaya konservasi tersebut. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian laut Raja Ampat.

Gubernur mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan yang merusak, seperti penggunaan bom atau membuang sampah ke laut.

Selain itu, ia meminta nelayan maupun masyarakat yang tidak sengaja menangkap hiu atau biota laut dilindungi agar dapat mengembalikannya ke laut.

“Hanya dengan cara itulah kita bisa menjaga keaslian dan keindahan Raja Ampat yang sudah menjadi idola dunia. Raja Ampat ada di Papua Barat Daya, maka sebagai warga Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat, kita patut bangga sekaligus berkewajiban menjaganya bersama-sama,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Elisa Kambu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra pembangunan dan pihak-pihak yang telah berkomitmen kuat dalam menjaga lingkungan, khususnya ekosistem laut Raja Ampat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *