Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggelar peresmian Pasar Rakyat Mama-Mama Papua yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan peralatan bagi pelaku UMKM, bertempat di Klademak, sebelah Mall Ramayana, Jalan Menur, Kota Sorong, Selasa (24/2/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, yang ditandai dengan pengguntingan pita serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada mama-mama Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Elisa Kambu menyampaikan rasa syukur atas anugerah yang diberikan serta apresiasi tinggi kepada mama-mama Papua yang terus berjuang menopang ekonomi keluarga di tengah tantangan hidup di perkotaan.
“Mama-Mama luar biasa, orang-orang Papua juga bisa,” ujarnya disambut tepuk tangan para pedagang dan tamu undangan.
Ia menegaskan, pentingnya hidup berdampingan dalam persatuan tanpa rasa dendam, dengki, maupun cemburu.
Gubernur juga berpesan, agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan PBD Sellvyana Sangkek menjelaskan, pasar mama-mama Papua yang dibangun saat ini berada di dua lokasi, yakni di Jalan Arteri, Kelurahan Klabala, wilayah Malanu, serta di Klademak, Kota Sorong.
Menurutnya, Pasar Mama-Mama Papua di Sorong memiliki kapasitas menampung 15 hingga 30 pedagang dan telah dilengkapi fasilitas dasar seperti listrik dan toilet guna menunjang kenyamanan berjualan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya juga menyerahkan bantuan senilai lebih dari Rp 2,3 miliar kepada sekitar 492 pelaku usaha. Bantuan tersebut meliputi 114 unit tenda matic, 400 unit payung tenda jualan, 10 unit mesin cetak batu merah, serta peralatan produksi untuk industri batu bata, pengolahan sagu dan keladi, hingga makanan berbasis sagu.
Tercatat sebanyak 2.127 UMKM telah tervalidasi dari total 2.554 pendaftar sebagai sasaran kebijakan Otonomi Khusus (OTSUS) di Papua Barat Daya.
Untuk sementara waktu, tidak ada retribusi yang dikenakan kepada pedagang, mengingat aset pasar tersebut akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Sorong untuk pengelolaan lebih lanjut.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berencana membangun pasar serupa di Kabupaten Sorong, tepatnya di wilayah Mariat, dengan mempertimbangkan aksesibilitas bagi konsumen.
Selain itu, akan disusun jadwal kunjungan khusus bagi pejabat pada akhir pekan sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas pasar sekaligus upaya mengurangi praktik penjualan di pinggir jalan.
Dengan hadirnya Pasar Mama-Mama Papua, pemerintah berharap tercipta ruang usaha yang lebih layak, tertata, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, khususnya perempuan Papua sebagai penggerak ekonomi keluarga.













