Sorong – Ketua Panitia Lepas Sambut dan Kongres Pertama Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya, Amus Yanto Ijie, resmi menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada Melkianus Rumbewas sebagai pemenang tunggal sayembara logo Ikatan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura Provinsi Papua Barat Daya, Rabu (28/1/2026).
Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan setelah logo alumni dilaunching dan diresmikan pada rangkaian Lepas Sambut dan Kongres Pertama Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura yang digelar pada 26 Januari 2026.
Amus Yanto Ijie menjelaskan, penyerahan hadiah baru dapat dilakukan hari ini karena Melkianus Rumbewas berdomisili di Raja Ampat dan baru tiba di Kota Sorong.
“Hari ini kita baru menyerahkan piagam dan hadiah karena Saudara Melkianus Rumbewas baru tiba dari Raja Ampat. Terima kasih atas kontribusi dan partisipasinya dalam sayembara logo Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya. Terus berkarya bagi negeri dan bangsa Indonesia,” ujar Amus.
Dalam sayembara tersebut, Melkianus Rumbewas ditetapkan sebagai pemenang tunggal dan menerima hadiah sebesar Rp 5 juta.
Meski demikian, Amus menilai nilai hadiah tersebut memang tidak sebanding dengan kualitas dan makna karya yang dihasilkan.
Melkianus diketahui merupakan Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura serta lulusan Universitas Cenderawasih, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih, kepada panitia dan seluruh penyelenggara kegiatan.
“Terima kasih atas hadiah yang diberikan. Ini menjadi sumbangsih saya bagi kegiatan ini sekaligus bentuk apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang luar biasa. Ini akan menjadi kenang-kenangan seumur hidup saya,” ungkap Melkianus.
Ia juga memaparkan filosofi logo yang dirancangnya. Menurutnya, logo tersebut berlandaskan perisai dengan muatan nilai-nilai budaya, serta penggunaan warna-warna bermakna yang merepresentasikan ikatan, kebersamaan, persatuan.dan kekompakan alumni.
“Makna logo ini menegaskan bahwa ikatan alumni tidak boleh terpisah, tetapi harus terus menguatkan kebersamaan dan kekompakan untuk berkarya di Papua Barat Daya maupun di kabupaten-kabupaten tempat alumni mengabdi,” jelasnya.
Untuk proses kreatif, Melkianus menyebutkan bahwa pembuatan logo tersebut memerlukan waktu sekitar satu minggu hingga final.
Dengan penyerahan penghargaan ini, panitia berharap logo resmi Alumni Kota Studi Hollandia Jayapura di Provinsi Papua Barat Daya dapat menjadi identitas pemersatu sekaligus penyemangat bagi seluruh alumni untuk terus berkontribusi bagi daerah dan bangsa.













