Sorong – Wali Kota Sorong, Septinus Lobat menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sorong, dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi salah satu isu utama perkotaan.
Selama delapan bulan terakhir, Wali Kota Sorong mengaku telah menunjukkan kerja nyata melalui penanganan banjir di sejumlah titik rawan, khususnya di wilayah Kilometer 8 hingga Kilometer 12.
“Sekarang masyarakat sudah bisa melihat apa yang kami kerjakan selama delapan bulan ini. Ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk mengatasi masalah banjir. Banjir ini adalah isu kota dan kami tidak menutup mata,” ujar Wali Kota Septinus Lobat saat meninjau pekerjaan kanal di Sungai Maruni, Selasa (6/1/2026).
Ia mengatakan, masyarakat di kawasan Kilometer 8 hingga Kilometer 12 kerap menjadi korban banjir setiap musim hujan. Karena itu, penanganan banjir dijadikan sebagai program prioritas Pemerintah Kota Sorong.

Meski dihadapkan pada kondisi efisiensi anggaran tahun 2025, katanya, pemerintah tetap berupaya merealisasikan janji kepada masyarakat.
“Walaupun di tengah kondisi efisiensi anggaran, kami membuktikan bahwa kami tidak hanya bicara, tapi bekerja. Apa yang kami janjikan kepada rakyat, khususnya masyarakat Kota Sorong, kami wujudkan,” tegasnya.
Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah pembukaan dan penataan Kanal Sungai Maruni, dimulai dari lampu merah Kilometer 10 dan direncanakan berlanjut hingga kawasan Hotel Kyriad. Proyek tersebut telah dianggarkan dan menjadi bagian dari upaya serius pemerintah kota dalam menata sistem drainase.
“Kami tidak main-main. Kota Sorong adalah ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, sehingga harus ditata dengan sungguh-sungguh. Dengan kondisi keuangan yang terbatas, kami memaksimalkan anggaran yang ada agar kota ini menjadi milik bersama dan menarik bagi siapa pun yang datang,” jelasnya.

Wali Kota juga menambahkan, setelah pembangunan kanal selesai, pemerintah akan kembali melakukan evaluasi saat musim hujan untuk memastikan efektivitas penanganan banjir.
Pemerintah Kota, sambungnya, akan melibatkan konsultan guna menentukan apakah masih diperlukan intervensi lanjutan atau solusi lain di wilayah tersebut.
Selain Sungai Maruni, perhatian juga diberikan pada Sungai Klasaman yang kerap meluap dan menyebabkan banjir hingga ke depan STM dan kawasan batalion.
Menurut Wali Kota, wilayah tersebut hampir setiap tahun mengalami banjir, khususnya pada bulan Agustus.
“Itu menjadi pekerjaan rumah bagi saya dan Wakil Wali Kota, kami serius. Dengan keterbatasan dana, kami tetap menunjukkan komitmen membangun Kota Sorong,” katanya.
Ia menargetkan, sejumlah titik rawan banjir dapat diselesaikan tahun ini dan dilanjutkan kembali pada awal tahun depan. Wali Kota pun menekankan prinsip kerja pemerintahannya, yakni fokus menyelesaikan program yang sudah direncanakan.
“Kerja terus, kerja terus. Jangan bikin banyak program tapi satu pun tidak dikerjakan. Satu program, satu pekerjaan harus kita selesaikan. Itu komitmen kami,” pungkasnya.













