Berita  

Kartini Masa Kini Bersinar, 1000 Profesi Perempuan Ramaikan Karnaval di PBD

Sorong — Semangat emansipasi perempuan bergema kuat dalam peringatan Hari Kartini ke-147 di Provinsi Papua Barat Daya. Melalui gelaran akbar Karnaval Perempuan 1000 Profesi, Sabtu (18/4/2026), ratusan perempuan tampil memukau, menegaskan peran strategis mereka sebagai pilar pembangunan masa depan bangsa.

Mengusung tema “Perempuan 1000 Profesi sebagai Pilar Pembangunan Masa Depan Negara”, kegiatan ini menjadi panggung ekspresi sekaligus pengakuan atas kontribusi nyata perempuan di berbagai sektor. Kolaborasi apik antara TP PKK, BKOW dan DWP Papua Barat Daya ini sukses menyedot perhatian masyarakat.

Karnaval dimulai dari kawasan Bank Papua Cabang Sorong dan berakhir di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya. Sepanjang rute, antusiasme warga terlihat begitu tinggi, menyambut iring-iringan peserta yang tampil penuh percaya diri dengan balutan kostum profesi yang beragam dan kreatif. Kegiatan ini secara resmi dilepas oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, yang menandai start dengan pengibaran bendera.

Dalam sambutannya, Elisa menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.

“Semangat perjuangan RA Kartini harus terus kita hidupkan. Hari ini kita melihat perempuan hadir di semua lini. Yakni politik, birokrasi, hingga sektor swasta. Mereka bukan hanya pelengkap, tetapi kekuatan besar bagi masyarakat,” tegas Elisa.

Peserta karnaval tampil memikat dengan kostum yang merepresentasikan beragam profesi, mulai dari tenaga kesehatan, pendidik, aparat, hingga pekerja seni dan budaya. Keberagaman ini menjadi simbol bahwa perempuan memiliki ruang luas untuk berkontribusi sesuai potensi dan passion masing-masing.

Sementara itu, Ketua Panitia Febry Jeane mengungkapkan, tema “1000 Profesi” lahir dari semangat inklusivitas, meski sempat diwarnai dinamika saat penentuan kategori profesi.

“Ada perdebatan, misalnya soal penari dan penyanyi. Namun kami sepakat bahwa mereka adalah bagian dari pekerja profesional di bidang seni dan budaya. Itu juga profesi yang patut dihargai,” jelasnya.

Menariknya, seluruh persiapan kegiatan ini dilakukan dalam waktu singkat, hanya satu minggu. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat 40 kelompok peserta dari berbagai organisasi untuk tampil maksimal dan penuh totalitas.

Tak hanya parade kostum, kemeriahan karnaval juga diramaikan dengan pertunjukan seni, panggung hiburan, serta pembagian doorprize yang semakin menyemarakkan suasana. Lomba kostum terbaik pun digelar sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas peserta.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan semata, tetapi dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar. Lebih dari itu, karnaval ini menjadi inspirasi bagi perempuan Papua Barat Daya untuk terus berkarya, berdaya dan mengambil peran aktif dalam memajukan daerah.

Semangat Kartini kini tak lagi sekadar sejarah. Namun ia hidup, tumbuh dan bersinar dalam langkah perempuan masa kini.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *