Tambrauw Kondusif, Polisi Tingkatkan Pengamanan Usai Penyerangan Nakes

Sorong — Kepolisian Daerah Papua Barat Daya memastikan situasi keamanan di Kabupaten Tambrauw saat ini dalam kondisi kondusif, meski tetap berada dalam kewaspadaan penuh pasca insiden penghadangan dan penganiayaan yang menewaskan dua tenaga kesehatan di Distrik Bamusbama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare menjelaskan, untuk memperkuat pengamanan di wilayah tersebut, sebanyak 60 personel Brimob telah dikerahkan. Selain itu, pos pengamanan juga telah disiapkan guna mendukung mobilisasi masyarakat yang melintas di jalur tersebut.

“Situasi saat ini kondusif, namun tetap dalam kewaspadaan penuh. Personel sudah kami kirim untuk perkuatan dan pos pengamanan juga disiapkan,” ujarnya dalam press release di Aula Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (18/3/2026).

Meski demikian, katanya, pihak Kepolisian hingga kini masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap pelaku.

Menurutnya, identitas pelaku belum diketahui dan masih didalami melalui keterangan para saksi serta analisa berbagai informasi, termasuk video viral di media sosial yang mengklaim bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Polisi juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Disebutkan bahwa kedua korban meninggal dunia bukan akibat luka tembak, melainkan karena benda tajam.

“Informasi adanya penembakan itu tidak benar,” tegasnya.

Lanjutnya, untuk menjamin keamanan masyarakat, kepolisian juga telah menyiapkan mekanisme pengawalan, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang melintas di jalur rawan. Pengendara akan dikumpulkan di satu titik sebelum dikawal bersama oleh petugas.

Masyarakatpun diimbau tidak perlu khawatir saat melintas di wilayah tersebut karena aparat keamanan telah disiagakan.

Plt Kabid Humas Polda PBD juga memaparkan kronologi kejadian. Dimana peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin, 16 Maret 2026 sekitar pukul 11.30 WIT di Jalan Poros yang berada di sekitar Kampung Banfot dan Kampung Jogbu, Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

Dalam kejadian itu, empat orang pengendara sepeda motor diduga menjadi korban penghadangan dan pengeroyokan. Dua korban, masing-masing berinisial HZ dan RB, berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Pos Bamusbama atau Pos Satgas TNI 763.

Sementara dua korban lainnya, YL (37) dan YD (24), ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Polres Tambrauw telah memeriksa seorang saksi berinisial MN, yang diduga sebagai pihak pertama yang menemukan korban selamat dan membantu membawa mereka ke pos pengamanan.

Sejumlah langkah telah dilakukan oleh aparat kepolisian, di antaranya olah tempat kejadian perkara (TKP), pengamanan lokasi, serta evakuasi korban.

Polda Papua Barat Daya menegaskan akan terus bekerja maksimal, untuk mengungkap pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *