Berita  

Perkuat Layanan Kesehatan, Peresmian Posyandu Kampung Loyang Diiringi Seruan Lawan KLB

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (0.40940168, 0.40940168); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 251.01569; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Wali Kota Sorong Septinus Lobat meresmikan Posyandu Kampung Loyang yang berlokasi di Kelurahan Klawasi, Distrik Sorong Barat, Jumat (24/4/2026).

Peresmian ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan hingga ke tingkat kampung.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong Jemima Elisabeth menegaskan, kehadiran Posyandu Siklus Hidup Kampung Loyang bukan sekadar seremoni, melainkan bukti komitmen menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Distrik Sorong Barat, katanya, memiliki jumlah penduduk mencapai 40.855 jiwa yang tersebar di empat kelurahan. Yakni Pal Putih, Klawasi, Puncak Cenderawasih dan Rufei. Dengan jumlah tersebut, tantangan pemerataan layanan kesehatan menjadi semakin besar.

Dibeberkan Jemima, saat ini terdapat 16 posyandu di wilayah tersebut, dengan rincian enam posyandu di Kelurahan Klawasi, termasuk Posyandu Kampung Loyang yang baru diresmikan. Posyandu ini melayani berbagai kelompok usia dalam siklus hidup, mulai dari bayi sebanyak 4 anak, balita 50 anak, ibu hamil 9 orang, hingga lansia sebanyak 58 orang.

Selain itu, Distrik Sorong Barat juga didukung tiga Puskesmas Pembantu (Pustu), yakni Pustu Puncak Rafidin, Pustu Klawasi dan Pustu Rufei.

Wali Kota Sorong meresmikan Posyandu Kampung Loyang, foto: Yanti/BalleoNews

Meski demikian, Jemima menekankan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat.

“Posyandu memiliki peran strategis sebagai garda terdepan layanan promotif dan preventif. Di sinilah masyarakat mendapatkan edukasi, pemantauan tumbuh kembang, hingga deteksi dini berbagai masalah kesehatan,” ujarnya.

Melalui Integrasi Layanan Primer (ILP), sambungnya, pemerintah berupaya memastikan layanan kesehatan berjalan terpadu dan berkesinambungan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga lansia.

Namun di tengah upaya tersebut, kata Jemima, Kota Sorong saat ini tengah menghadapi tantangan serius berupa Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri dan campak. Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi.

Anak usia 2 bulan hingga 10 tahun diminta segera mendapatkan vaksin difteri, sementara anak usia 9 bulan hingga 5 tahun dianjurkan mengikuti vaksinasi campak.

“Ini kondisi yang harus ditangani bersama secara cepat dan serius. Mari kita ubah rasa takut menjadi kepedulian, dan keraguan menjadi keyakinan, demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Pemerintah berharap, dengan hadirnya Posyandu Kampung Loyang, pelayanan kesehatan di Sorong Barat tidak hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga semakin aktif, berkualitas dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Writer: Irianti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *